SELAIN masakan, Yogyakarta juga memiliki aneka kue-kue yang lezat. Bahkan beberapa di antaranya telah menjadi semacam oleh-oleh wajib setelah meninggalkan Kota Gudeg ini.
Lalu kue-kue apa saja yang ditawarkan oleh Yogyakarta? Simak ulasannya berikut seperti disarikan dari pariwisata.jogjakota dan visitingjogja, Kamis (8/10/2015).
Bakpia
Siapa tak kenal bakpia. Ketika Anda hendak meninggalkan Yogyakarta, Anda wajib membeli kue ini sebagai oleh-oleh. Awalnya, bakpia hanya dikenal yang isi kacang ijo, namun seiring permintaan pasar dan masyarakat menginginkan yang berbeda, maka belakangan bakpia dibuat isi keju, ubi ungu, cokelat dan sebagainya.
Bapkia yang paling terkenal adalah Bapkia Pathuk 75, untuk membelinya, bahkan Anda bisa mengunjungi pabriknya langsung dengan menumpang becak di Gang Pathuk nomor 75. Kemudian akhirnya muncul bapkia 25, bapkia 234, 888 dan lainnya.
Thiwul
Camilan ini berasal dari daerah Gunungkidul, Yogyakarta. Ini adalah makanan tradisional dari bahan singkok yang kemudian dijemur sampai menjadi gaplek. Selanjutnya diberi gula merah dan dikukus, setelah matang dibubuhi kelapa parut.
Sama seperti bakpia, kini thiwul semakin modern. Tidak hanya rasa orisinal, tapi juga ada rasa keju dan cokelat. Tapi untuk dua rasa ini, pembeli harus memesannya terlebih dulu karena proses pembuataannya yang memakan waktu ketimbang rasa orisinal.
Kue Yangko
Ini juga termasuk makanan ringan khas Kota Pelajar ini. Teksturnya kenyal dan rasanya manis. Warnanya pun menarik karena warna warni, tergantung rasanya. Ada yang rasa pandan, stroberi, ubi ungu dan duren.
Kue Kipo
Jangan salah dengan menyebutnya kue kepo, kata yang populer belakangan ini untuk merujuk seseorang yang ingin tahu. Tapi ternyata arti aslinya pun punya persamaan, kipo merupakan kependekan 'iki opo', dalam bahasa Jawa. Jika dibahasa Indonesiakan, artinya 'ini apa?'. Jadi Anda mau tahu atau mau tahu banget?
Kue kipo adalah warisan kuliner di Kotegede Yogyakarta, yang merupakan sebuah wilayah eksotik karena bekas kerajaan Mataram Islam. Dari tampilannya, kue agak basah berwarna kuning dan teksturnya manis. Karena teksturnya yang basah dan agak lengket, maka kue ini disuguhkan dengan daun pisang agar tidak lengket.
Roti kolomben
Kolomben dalam bahasa Indonesia berarti dahulu kala. Roti. Roti ini banyak dijumpai di Pasar Beringharjo. Lebih uniknya, kue ini bentuknya mirip miniatur mobil sedan atau emas batangan pada film-film kungfu yang berlaku sebagai duit. Menurut cerita, kue ini merupakan roti suguhan kaum menengah ke atas, meski rasanya biasa saja.
Kue moto kebo
Lagi-lagi kue ini namanya unik, yang dalam bahasa Indonesia artinya kue mata kerbau, meski tentunya saja wujudnya berbeda dengan mata kerbau aslinya.
Ternyata, awalnya kue ini diberi nama kue mendhut dan kue putri mandi. Kue ini terbentuk dari tepung ketan yang berisi unti atau palutan kelapa yang dicampur dengan gula merah. Warnanya sangat cantik yaitu merah dan hijau sebagai matanya. Kira-kira kalau di Jakarta kue ini mirip kue ku.