KEPERAWANAN wanita dan keperjakaan pria sering kali menjadi pertanyaan pasangan dalam kehidupan sehari-hari. Namun apakah benar kita dapat mengetahui keperawanan atau keperjakaan seorang hanya dengan melihat dengan mata telanjang atau bahkan lebih jauh, merasakannya?
Sebelum mendiskusikan hal apa saja yang bisa menjadi penanda perawan dan perjaka atau tidaknya seseorang, menurut dr Alvin Nursalim, ada baiknya untuk lebih dulu meluruskan pemahaman mengenai konsep keperawanan wanita dan keperjakaan pria.
Seperti dilansir Klikdokter.com, terdapat dua konsep yang dipahami masyarakat berkaitan dengan keperawanan perempuan, yaitu hilangnya keperawanan ditandai oleh robeknya himen perempuan dan hilangnya keperawanan karena telah berhubungan intim dengan pria untuk pertama kali.
Bagaimana dengan keperjakaan pria? Keperjakaan pria lebih mengarah kepada definisi sosial dimana seorang pria belum pernah berhubungan intim dengan wanita. Pada pria, tidak ada struktur fisik yang mengalami perubahan dengan hubungan seksual.
Dalam arti kata lain, pria tidak memiliki gejala atau indikator lainnya yang bisa dijadikan parameter keperjakaannya.
Hubungan antara himen dengan keperawanan
Selaput dara atau himen merupakan membran tipis yang berada di dekat muara vagina. Himen memiliki pori atau lubang bagian tengahnya sehingga darah menstruasi dapat keluar. Umumnya, banyak orang menyamakan bahwa seorang dengan himen yang rusak adalah seorang yang pernah berhubungan seksual. Hal ini adalah pemikiran yang salah.