KINI, kain tradisional memiliki daya tarik yang tinggi bagi masyarakat Indonesia. Sebab, kain tradisional mudah diaplikasikan dengan berbagai macam model busana.
Hal ini menginspirasi beberapa desainer seperti Nuniek Mawardi, Tuty Cholid, Boyonz Ilyas, dan Dian Pelangi untuk membuat busana muslim dengan sentuhan kain tradisional.
Boyonz Ilyas membuka acara dengan menampilkan lima dress karyanya dengan bahan dasar batik. Dress tersebut memiliki model A-line dengan aksen ruflle. Untuk warnanya Boyonz Ilyas memakai warna ungu, kuning, merah dan hitam.
Berikutnya Tuty Cholid, merilis koleksinya yang diberi nama " Batik Srijaya ". Desainer yang selalu mengedepankan batik dan tenun ini mengeluarkan lima koleksi dress dengan jubah berpotongan longgar. Warna biru dongker, hitam dan ungu sangat dominan dalam koleski Tuty.
Berbeda dengan desainer lain Nuniek Mawardi mengeluarkan koleksi dengan gaya yang edgy. Ya, koleksi Nuniek ini tampaknya ditujukan untuk remaja. Nuniek menggunakan warna yang cerah seperti shocking dan biru dengan aksen batik serta pom-pom warna warni.
Dalam kesempatan yang sama Dian Pelangi menampilkan koleksi glamornya yang dominan dengan warna emas. Ya, kelima koleksi Dian ini menggunakan atasan berbahan tenun warna emas yang dibaluti oleh berbagai permata dan sequin, sedangkan bagian bawah dress memakai bahan satin dengan warna biru, magenta, oranye, kuning dan merah bata.
(Ainun Fika Muftiarini)