BIPOLAR atau penyakit gangguan suasana hati akan menyebabkan dampak buruk pada penderita secara psikologis. Beberapa dampak yang mungkin terjadi, khususnya pada mereka yang sering mengalami fase manik adalah peningkatan aktivitas seksual.
Beberapa penderita bipolar bisa cenderung mengalami fase manik atau kenaikan tingkat emosi dan energi daripada depresi. Pada saat manik tersebut, beberapa juga mengalami kenaikan libido yang dapat membuat penderitanya menjadi aktif secara seksual, yang bisa berujung pada perselingkuhan.
"Saat ada di fase manik, pasien akan berubah, tidak hanya suasana hatinya tetapi juga perilaku untuk menarik perhatian orang lain. Bahkan tidak sedikit yang berujung pada masalah perselingkuhan atau skandal seksual," tutur dr Natalia Widiasih, SpKJ (K), MPd.Ked, psikiater dari FKUI-RSCM, saat ditemui di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Gangguan bipolar disebabkan karena masalah fisik di mana tidak bekerjanya nurotransmitter otak. Akibatnya, penderita yang mengalami episode manik tidak dapat mengolah sensorik (stimulasi indra) yang masuk dengan kemampuan kognitif dan sistem judgement mereka di otak.
“Kasus perempuan dengan gangguan bipolar semacam ini lebih banyak ditemukan, karena perempuan lebih impulsif dan mereka bisa hamil bila telah melakukan hubungan seks yang tidak aman. Pada laki-laki ini bisa berupa perselingkuhan atau poligami karena alasan seksualitas,” tambahnya.
Untuk itu, kesadaran dari lingkungan sekitar diperlukan untuk membantu penderita gangguan bipolar, kata Natalia. Bila gejala atau perubahan seperti di atas muncul, menemui psikiater adalah solusi terbaik, termasuk untuk mendapatkan terapi obat yang benar untuk mengatasi manik.
(Renny Sundayani)