Kisah Sejarah Masjid Raya Baiturrahman Aceh

Salman Mardira, Jurnalis
Minggu 19 Juli 2015 16:55 WIB
Masjid Baiturrahman di Aceh (Foto: Salman Mardira/Okezone)
Share :

Masa Gubernur Ibrahim Hasan tahun 1991, masjid kembali direnovasi baik bangunan maupun halamannya. Kubah masjid juga ditambah jadi tujuh dan bertahan hingga sekarang. Kini Pemerintah Aceh berencana ingin memperluasnya lagi.

Beberapa peristiwa besar juga terjadi di masjid ini setelah berkubah tujuh. Pada 9 November 1999, sejuta lebih rakyat Aceh berkumpul di Masjid Baiturrahman menggelorakan tuntutan referendum dengan opsi bergabung dan merdeka dari Indonesia.

Sebelumnya pada 26 Maret 1999, dihadapan ribuan masyarakat Aceh yang memadati Masjid Baiturrahman, Presiden BJ Habibie meminta maaf kepada rakyat Aceh atas berbagai kekerasan dan pelanggadan HAM terjadi selama penerapan Daerah Operasi Militer (DOM) di provinsi itu kurun 1989-1998.

Masjid Baiturrahman juga jadi saksi dahsyatnya tsunami 26 Desember 2004. Masjid ini ikut diterjang gelombang yang menewaskan lebih 250 ribu jiwa di Aceh dan pesisir Samudera Hindia, tapi masih kokoh berdiri. Sementara sekelilingnya seperti ladang pembantaian.

Musibah tsunami akhirnya menghentikan perang di Aceh. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berdamai dengan Pemerintah Indonesia. Prosesnya berlangsung di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005.

Namun pada hari dan saat yang sama, ribuan masyarakat Aceh berkumpul di Masjid Baiturrahman menyaksikan detik-detik penandatangan MoU damai dari balik layar yang disiarkan langsung dari Finlandia.

Begitu kedua pihak sah berdamai dan berjabat tangan, tepuk tangan, pekikan Alla Akbar, lantunan zikir dan doa bersama menggema seketika. Warga Aceh menyambutnya dengan suka cita. Masjid raya kembali menjadi saksi bersenandungnya damai di Serambi Mekkah.

(Johan Sompotan)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya