“Orang-orang kini semakin peduli dengan kecantikan karena faktanya orang-orang melihat penampilan terutama dari wajah. Dan orang-orang sekarang sudah terbuka dan mencari perawatan kecantikan. Pasien umur 20-an juga lakukan filler karena mereka ingin lebih cantik, ingin menyeimbangkan proporsi wajah serta membuat figure ilusion dari wajah,” terang dr. Olivia Ong, dipl. AAAM.
Memahami tranformasi tersebut, sepulang dari pabrik filler di Swedia dokter cantik ini mengubah nama kliniknya dari klinik Dokteroliviaong menjadi Jakarta Aesthetic Clinic. Nama Jakarta sendiri digunakan sebagai bentuk apresiasi dari klinik aestetik profesional di Jakarta.
“Ubah nama jadi JAC (Jakarta Aesthetic Clinic) karena saya ingin membawa nama ibu kota Indonesia yang menjadi pusat perhatian terhadap perawatan kecantikan. Yang punya sesuatu prestasi yang tinggi untuk filler dan botox,” tutup dr. Olivia Ong, dipl. AAAM.
(Ainun Fika Muftiarini)