KALDU bisa dibuat sendiri menggunakan tulang ayam, sapi atau ikan. Kaldu yang dibuat sendiri tentu saja akan menghasilkan rasa dan aroma yang lebih kuat, namun membuat kaldu memerlukan waktu yang cukup lama. Saat ini banyak beredar kaldu instan yang dijual dalam kemasan dengan harga ekonomis.
Berbagai masakan terutama yang berkuah, hampir dapat dipastikan menggunakan kaldu sebagai penambah rasa gurih. Jika diperhatikan, kaldu asli dan kaldu instan ternyata bisa dibedakan dengan mengenali cirri-cirinya. Chacha, runner up dari Junior Master Chef Indonesia memberikan tips bagaimana mengenali kaldu yang asli.
Aromanya lebih kuat
Kaldu yang asli memiliki aroma yang lebih kuat dibanding aroma kaldu instan. Kaldu asli diolah dengan merebus tulang dalam waktu yang cukup lama, semakin lama tulang direbus maka semakin bearoma juga kaldu yang dihasilkan.
Warnanya lebih kusam
Setelah aroma, kemudian Anda bisa membedakan kaldu dari warnanya. Warna kaldu yang asli akan terlihat lebih keruh dan terlihat masih ada serpihan daging. Berbeda dengan kaldu instan yang terlihat lebih bening. Beberapa merek kaldu tertentu memang menyertakan serpihan daging sintetis tetapi bentuk dan rasanya bisa dibedakan.
Teksturnya lebih kental
Saat dicicipi, tekstur kaldu akan terasa lebih kental dan agak sedikit berlemak. Lemak ini berasal dari daging dan tulang yang larut didalam kaldu. Kaldu asli ini juga terasa lebih kuat dan lebih gurih khas kaldu namun dengan rasa asin yang tidak berlebihan.