“Paling sensitif deteksi dini ada tiga cara, yaitu cek kanker lewat dubur, USG atau PSA. Tiga-tiganya ini akurasinya sampai 90 persen. Paling sederhana pakai tangan colok ke dubur. Tapi kalau dokternya bukan urolog gak terlalu tepat,” tambahnya.
Sayangnya, untuk deteksi dini kanker prostat masih tergolong mahal dan tidak bisa dilakukan di puskesmas. Tentunya si pasien harus peka dengan diri sendiri dan mau pergi untuk memeriksa ke laboratorium deteksi dini tersebut.
“Deteksi dini bisanya dilakukan di rumah sakit yang agak besar. Tes PSA juga biasanya paling gampang di laboratorium suda banyak. Tapi memang policy kita gak dikerjakan ke semua orang karena biaya tinggi,” pungkasnya.
(Renny Sundayani)