KANKER prostat memang menghantui kaum pria, karena termasuk salah satu penyakit yang mematikan. Untuk melakukan deteksi dini, biaya pemeriksaan kanker prostat juga dinilai masih mahal, sama halnya dengan pemeriksaan jenis kanker serviks atau payudara.
Menurut Alhi Urologi yang juga menjabat sebagai Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI, Prof Dr dr Akmal Taher SpU(K), jumlah penderita kanker prostat di Indonesia diklaim tidak begitu tinggi. Karena, biasanya kanker prostat menyerang pria berusia 60 tahun ke atas.
“Di Indonesia kanker prostat gak terlalu tinggi, kebanyakan di atas 60 tahun. Deteksi dini juga gak gampang. Biasanya sih dilakukan pada orang-orang yang punya keturunan kanker prostat juga,” ujarnya kepada Okezone di Gedung Balai Pelatihan Kesehatan Batam, Sekupang, belum lama ini.
Sementara, kata Prof Akmal, deteksi dini untuk kanker prostat bisa dilakukan dengan tiga cara. Yaitu cek lewat dubur, pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan prostat specific antigen (PSA).