Begini Deteksi Dini Cegah Kanker Prostat

Dewi Kania, Jurnalis
Selasa 10 Maret 2015 14:15 WIB
Deteksi dini kanker prostat (Foto: Cancer)
Share :

KANKER prostat memang menghantui kaum pria, karena termasuk salah satu penyakit yang mematikan. Untuk melakukan deteksi dini, biaya pemeriksaan kanker prostat juga dinilai masih mahal, sama halnya dengan pemeriksaan jenis kanker serviks atau payudara.

Menurut Alhi Urologi yang juga menjabat sebagai Dirjen Bina Upaya Kesehatan Kemenkes RI, Prof Dr dr Akmal Taher SpU(K), jumlah penderita kanker prostat di Indonesia diklaim tidak begitu tinggi. Karena, biasanya kanker prostat menyerang pria berusia 60 tahun ke atas.

“Di Indonesia kanker prostat gak terlalu tinggi, kebanyakan di atas 60 tahun. Deteksi dini juga gak gampang. Biasanya sih dilakukan pada orang-orang yang punya keturunan kanker prostat juga,” ujarnya kepada Okezone di Gedung Balai Pelatihan Kesehatan Batam, Sekupang, belum lama ini.

Sementara, kata Prof Akmal, deteksi dini untuk kanker prostat bisa dilakukan dengan tiga cara. Yaitu cek lewat dubur, pemeriksaan ultrasonografi (USG) dan pemeriksaan prostat specific antigen (PSA).

“Paling sensitif deteksi dini ada tiga cara, yaitu cek kanker lewat dubur, USG atau PSA. Tiga-tiganya ini akurasinya sampai 90 persen. Paling sederhana pakai tangan colok ke dubur. Tapi kalau dokternya bukan urolog gak terlalu tepat,” tambahnya.

Sayangnya, untuk deteksi dini kanker prostat masih tergolong mahal dan tidak bisa dilakukan di puskesmas. Tentunya si pasien harus peka dengan diri sendiri dan mau pergi untuk memeriksa ke laboratorium deteksi dini tersebut.

“Deteksi dini bisanya dilakukan di rumah sakit yang agak besar. Tes PSA juga biasanya paling gampang di laboratorium suda banyak. Tapi memang policy kita gak dikerjakan ke semua orang karena biaya tinggi,” pungkasnya.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya