PERTAMA kali terjun sebagai juru masak makanan khas Jepang, Chef Muto menggunakan pepper shaker atau wadah untuk menyimpan merica sebagai alat untuk melakukan atraksi.
Juru masak khusus tepanyaki atau kuliner Jepang yang diolah di atas wajan lebar dan datar, juga identik dengan atraksi seperti memainkan pisau, garpu, atau alat masak lain. Tujuannya untuk menghibur konsumen, selain juga menyuguhkan masakan yang lezat.
Ketika berkunjung ke Kantor Redaksi Okezone di Gedung HighEnd, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, chef yang bernama lengkap Mutofik Sultoni ini menuturkan bahwa menggunakan wadah merica dari bambu yang berukuran panjang untuk belajar melakukan atraksi.
"Saya sampai ambil pepper shaker-nya dan saya bawa pulang untuk latihan. Setiap malam saya latihan melempar pepper shaker. Akhirnya setelah satu minggu, saya ditanya lagi sudah bisa belum, saya langsung tunjukkan kemampuan atraksi dengan pepper shaker," kata pria yang akrab dipanggil Chef Muto ini.
Chef Muto bercerita, saat itu dirinya baru diterima bekerja sebagai juru masak di sebuah restoran Jepang milik temannya di Jakarta. Restoran tersebut ternyata menyuguhkan sajian tepanyaki. Selain harus bisa memasak, koki tepanyaki juga mesti memiliki kemampuan untuk beratraksi dengan menggunakan alat masak.
Sementara kemampuan melempar dan memainkan pisau baru dipelajari Chef Muto ketika bekerja di sebuah restoran hotel terkenal di Turki.
Kemahiran Chef Muto beratraksi dengan menggunakan alat masak akhirnya justru membuatnya menjadi pelatih para juru masak khusus tepanyaki yang hendak dikirim ke luar negeri.
"Saya justru disuruh jadi trainer untuk koki tepanyaki yang masih baru-baru, kemudian baru dikirim ke Malaysia, Turki, Singapura, dan beberapa negara lainnya," pungkas Chef Muto.
(Tuty Ocktaviany)