JIKA bersantap di restoran Jepang atau restoran Tiongkok, Anda pasti akan disuguhkan alat makan berupa sumpit. Sepasang alat makan ini mayoritas terbuat dari bahan kayu atau bambu, namun beberapa sumpit terbuat dari bahan plastik, logam ataupun gading.
Dalam penggunaannya, sumpit tidak hanya berfungsi sebagai alat makan namun juga harus mengikuti tata cara tradisi dari negara asalnya. Fatma Bahalwan, seorang pakar kuliner, melalui surat elektronik, kepada Okezone, Jumat 20 Februari, menjelaskan, tentang beberapa aturan yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan ketika makan menggunakan sumpit.
Harus dilakukan
1. Letakkan sumpit di samping piring Anda atau pada tempat yang tersedia. Jangan pernah meletakannya tanpa alas di atas meja, kecuali sumpit masih dalam keadaan terbungkus.
2. Jika ingin saling berbagi makanan, sebaiknya jangan menerima makanan dengan sumpit. Terimalah makanan tersebut pada mangkuk nasi ataupun piring yang disediakan.
3. Di beberapa restoran Jepang juga disediakan sumpit yang kedua ujungnya sama runcing. Ujung yang satu digunakan untuk bersantap sedangkan ujung yang lainnya digunakan untuk mengambil hidangan yang diinginkan.
Jangan dilakukan
1. Jangan menancapkan sumpit pada makanan Anda, terutama pada nasi, karena hal ini menunjukkan suasana berkabung.
2. Jangan menggunakan sumpit untuk menunjuk sesuatu ataupun seseorang, karena Anda akan dianggap kurang sopan.
3. Jangan gunakan sumpit untuk memotong makanan Anda seperti Anda menggunakan pisau atau garpu.
4. Jangan memutar-mutarkan sumpit untuk mencari makanan yang diinginkan.(ndr/yac)
(Tuty Ocktaviany)