Saat Okezone mencicipi, gurih dan khasnya rempah yang digunakan pada bumbu kuningnya sangat terasa. Ditambah lagi, dengan buburnya yang kental serta ada rasa sedikit gurih. Paduan pelengkapnya juga tidak terlalu berlebihan. Ayam suwir, kacang, daun bawang serta kerupuknya terasa pas di lidah.
Layaknya bubur ayam di tempat lain, Bubur Ayam Mas Gondrong juga menyediakan sate usus, sate telur puyuh, dan sate ati ampela yang disajikan terpisah. Harga satu tusuk hanya Rp2 ribu saja. Untuk bisa menikmati kelezatan Bubur Ayam Mas Gondrong ini tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Satu porsinya cukup terjangkau, hanya Rp6 ribu. Kalau ditambah es teh manis , tinggal menambah Rp3 ribu saja.
Meski bubur ini dijualkan di pinggir jalan, Anda tak perlu khawatir akan kebersihannya. Berdasarkan pantauan Okezone, mejanya dipastikan selalu dibersihkan setiap kali ada pelanggan lain yang datang. Makanan dan pelengkapnya juga diletakkan dalam wadah yang selalu ditutup.
Sepertinya Bubur Ayam Mas Gondrong merupakan rekomendasi terbaik untuk menikmati bubur ayam di kawasan Bekasi. Rasanya enak, harganya murah, dan tempatnya bersih. Tiga poin yang sering kali jadi catatan penting bagi mereka yang ingin makan di pinggir jalan.
“Buka jam setengah lima sore dan tutup ya tunggu sampai habis. Biasanya jam setengah 10 saja sudah tutup kok. Pokoknya satu karung beras cuma buat dua hari. Seharinya kurang lebih pakai 12 liter beras,” pungkas salah satu stafnya. Jadi jika kebetulan Anda berada di Bekasi saat malam mulai menjelang, merapatlah sebentar ke Bubur Ayam Mas Gondrong.(ndr/yac)
(Tuty Ocktaviany)