Pengobatan Kanker Peserta BPJS Capai Rp1,5 Triliun

Dewi Kania, Jurnalis
Rabu 04 Februari 2015 14:46 WIB
Pengobatan kanker pasien BPJS (Foto:Okezone)
Share :

PENGOBATAN kanker tentunya membutuhkan dana besar. Lantas bagaimana peran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam menangani pasien kanker yang menjadi peserta asuransi sosial ini?

Dikatakan Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Fajriadinur, berdasarkan data BPJS Kesehatan hingga November 2014,  dilaporkan pengobatan kanker untuk peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mencapai Rp 1,5 triliun.

Rinciannya terdiri dari biaya rawat jalan dan rawat inap sebesar Rp950 miliar, obat-obatan Rp589 miliar, serta biaya upaya promotif dan preventif yang hanya disiapkan sebesar Rp44 miliar. 

"Dari total seluruh biaya kesehatan yang mencapai Rp 54 triliun, pengobatan kanker memang paling menyedot biaya besar, yaitu Rp 1,5 triliun. Angka ini masih akan terus bertambah, karena untuk bulan Desember 2014 masih ada beberapa rumah sakit yang belum mengajukan klaim," ujar Fajriadinur di Kantor Kementerian Kesehatan RI, Jakarta, Rabu (4/2/2015).

Selain itu, BPJS Kesehatan juga telah menyiapkan dana untuk preventif dan promotif. Misalnya untuk wanita mencegah kanker serviks bisa melakukan Inpeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan papsmear secara gratis.

"Kita sudah melakukan upaya promotif dan preventif, tapi memang kesadaran masyarakat untuk periksa dini masih banyak yang takut. Tahun ini program deteksi dini tersebut akan terus dilakukan, targetnya menjangkau sedikitnya 426.500 peserta JKN," bebernya.

Melihat data tahun 2014, deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA berhasil menjangkau 81.000 peserta, sementara papsmear menjangkau 248.940 peserta.

"Sebenarnya angka itu belum mencapai target yang kita diinginkan. Padahal layanan deteksi dini ini kami berikan di fasilitas kesehatan primer dengan cuma-cuma," tutupnya.

(Renny Sundayani)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya