MENURUT penelitian, 30 persen kematian yang disebabkan penyakit kanker bisa dicegah dengan melakukan pengobatan dan perawatan yang tepat. Berdasarkan studi yang dilakukan oleh International Cancer Collaboratories, lebih dari 30 persen kasus kanker yang terjadi saat ini dapat dicegah dengan memodifikasi atau menghindari faktor-faktor risikonya, seperti kebiasaan makan yang buruk, merokok, perilaku seksual tidak tepat, dan lainnya.
Selain menghindari sejumlah faktor risiko kanker, langkah pencegahan yang bisa dilakukan seperti vaksinasi terhadap virus HPV dan hepatitis B, menghindari paparan pemicu kanker seperti zat kimia dan sinar matahari, dan yang tidak kalah pentingnya adalah melakukan deteksi dini terhadap kanker.
Semakin cepat kanker terdeteksi (tahap awal), semakin tinggi tingkat keberhasilan untuk mencapai kesembuhan. Demikian seperti dilansir dari informasi yang disampaikan oleh Prof dr Tjandra Yoga Aditama, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Rabu (4/2/2015).
“Pengobatan kanker dapat meliputi pembedahan, radioterapi, kemoterapi, dan pendekatan lain. Proses pengobatan kanker sendiri memakan waktu yang tidak sebentar. Biasanya terdiri dari beberapa siklus yang harus dilalui. Di sini akan timbul lagi masalah tentang kepatuhan pasien dalam mengikuti proses terapi,” tulis Prof Tjandra dalam rilisnya.