BERBAGAI bahan tambahan pangan (BTP) berbahaya masih sering ditemukan di setiap jajanan sekolah. Para pedagang nakal masih saja menggunakan BTP seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil untuk makanan serta minuman agar berwarna lebih cerah, bertekstur kenyal, dan tahan lama.
Besok, seluruh dunia memperingati Hari Kanker dengan harapan semua pihak sadar dan komitmen akan pentingnya penanganan serta pencegahan kanker. Menurut data WHO, terdapat sebanyak 14,1 juta penderita kanker, bahkan 8,2 juta orang meninggal akibat kanker. Diperkirakan 4 persen penderita kanker adalah anak.
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyatakan jumlah anak terpapar kanker di Tanah Air juga tergolong tinggi. Setiap tahun sekira 4.100 kasus baru penyakit kanker pada anak.
"Anak usia sekolah sangat rentan terserang penyakit kanker, di antaranya dipicu lingkungan dan jajanan sekolah yang tidak sehat," kata Komisioner KPAI, Susanto, Selasa (3/2/2015).
Ia pun mengajak sekolah perlu memproteksi siswa dari jajanan yang kurang sehat, apalagi berbahaya. Beragam jajanan seperti mi, minuman berwarna, produk olahan tepung, bakso, hingga otak-otak juga harus bersih dari BTP berbahaya.
"Ayo kita bangkitkan komitmen bersama, mencegah kanker dari sekolah. Jadikan sekolah bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga wahana pembiasaan perilaku hidup sehat," tegasnya.
(Renny Sundayani)