Pendidikan formal kuliner Aiko terbilang singkat, hanya setahun di Jakarta Culinary Centre. Namun, Aiko mengaku tempaan di lapanganlah yang membuat wawasan dan kemampuannya dalam memasak bertambah dari hari ke hari. Ia mengaku banyak belajar dari para chef senior.
"Untuk mengembangkan kemampuan, aku juga banyak belajar dari Chef Degan (Septoadji), Chef Vindex (Tengker), dan Chef Muto (Mutofik Sultoni-red). Ini yang menurut aku jauh lebih penting. Di sekolah kuliner, aku dapat gimana teorinya, dan untuk mempraktekannya dan mengembangkan kreativitas aku, aku banyak belajar dari chef-chef senior ini," beber Aiko yang mengaku sering membuka YouTube untuk mencari tutorial masak.
Meski sudah memiliki acara memasak sendiri di sejumlah stasiun televisi, bukan berarti Aiko sudah puas dengan pencapaiannya sebagai seorang juru masak. Aiko mengaku masih memiliki keinginan yang besar untuk melanjutkan pendidikan kulinernya ke tingkat yang lebih tinggi lagi.
“Saya juga bercita-cita membuka restoran khas masakan Indonesia dan membuat buku tentang kuliner khas Nusantara,” tutupnya.
(Fitri Yulianti)