GAYA berbusana menyiratkan karakter seseorang, namun tidak bagi Bob Sadino. Pengusaha sukses ini justru ingin menyampaikan pesan moral melalui penampilannya.
Pengamat mode Sony Muchlison mengatakan bahwa gaya berbusana
Bob Sadino bukanlah sebuah karakter. Om Bob –begitu dia biasa disapa– justru ingin menyampaikan suatu pesan bahwa orang tidak seharusnya melihat kekayaan maupun jabatan.
“Dia tidak menampilkan karakter, dia tidak membuat pencitraan, dia hanya memberikan suatu pesan bahwa ‘Jangan lihat saya, tapi lihat apa yang saya kerjakan’,” kata Sony Muchlison kepada Okezone, Selasa (20/1/2015).
Menurut kritikus
mode yang sering memberi komentar pedas ini, gaya
nyentrik Bob Sadino hanya menampilkan salah satu sisi kesederhanaannya.
Gaya busana Bob Sadino menjadi kontradiksi dari orang yang selalu melakukan pencitraan lewat penampilan.
Sony menambahkan, pria 80 tahun itu merasa prihatin dengan kehidupan kalangan atas yang gemar memakai barang-barang mewah. Padahal, tidak tepat bila mempertimbangkan kondisi sebagian besar masyarakat Indonesia.
“Dia sedih kalau lihat ibu-ibu pejabat yang arisan, menenteng tas harga Rp600 jutaan. Tidak ada yang dipikirkan kecuali soal penampilan, soal menterengnya hidup ini,” ujar dia.
Bob Sadino sangat jauh dari kesan
mewah dan glamor walaupun dia bos besar. Dalam balutan kemeja kotak-kotak longgar dan celana pendek pun, dia memilih yang tidak bermerek.
“Dia cinta negeri ini, cinta produk lokal, sehingga pakaiannya tidak ada yang bermerek-merek mewah. Dia pernah memberi pesan kepada saya, ‘Apa yang kau bisa lakukan untuk negaramu, lakukan, ketimbang
pamer diri dengan menyandang barang-barang mewah,” tutup Sonny.
(Fitri Yulianti)