Studi ini melibatkan wanita berusia 18-55 tahun. Mereka diutus untuk mengonsumsi salah satu dari tiga makanan yang berbeda, selama empat hari berturut-turut. Makanan yang diuji adalah kurang dari 300 kalori per porsi dan memiliki lemak dan serat isi yang sama.
Jenis makanan begitu bervariasi dalam jumlah protein. Misalnya sepotong pancake yang mengandung tiga gram protein, sosis dan telur dengan 30 gram protein atau sosis dan telur dengan protein 39 gram.
Leidy dan kawan-kawan memantau jumlah glukosa dan insulin dalam darah partisipan selama empat jam setelah mereka makan sarapan. Diketahui hasilnya berbeda-beda dan menimbulkan efek samping berbeda.
"Kedua jenis sarapan itu kaya protein sehingga menyebabkan lonjakan rendah glukosa dan insulin setelah makan dibandingkan dengan rendah protein," simpulnya. (ren)
(Fitri Yulianti)