Kenikmatan Teh Tergantung Lama Menyeduh

Santi Andriani, Jurnalis
Kamis 15 Januari 2015 20:12 WIB
Kenikmatan teh tergantung lama menyeduh (Foto: Santi Andriani/Okezone)
Share :

MENIKMATI secangkir teh di kedai teh Gaia Tea & Cake Boutique, Anda juga akan dilengkapi sebuah mesin digital pengatur waktu (timer). Terdengar aneh memang, tapi kenikmatan secangkir teh itu berawal dari berapa lama Anda menyeduh racikan daun teh kering.

Beberapa jenis daun teh membutuhkan waktu yang berbeda-beda dalam menyeduhnya. Untuk teh hijau dan teh kuning misalnya, Anda cukup menyeduhnya dalam waktu 2-3 menit, teh oolong dan teh hitam waktu menyeduh yang diperlukan sekitar 3-5 menit. Sedangkan untuk teh putih, waktu yang diperlukan lebih lama, yaitu 5-10 menit.

"Memang terdengar sedikit ribet, tapi seringkali orang tidak memperhatikan lama penyeduhan, sehingga hasil teh yang didapat seringkali kurang enak. Teh menjadi terlalu pekat atau pahit karena terlalu lama menyeduhnya," kata Ratna Somantri, tea specialist untuk Gaia, dalam soft opening Gaia Tea & Cake Boutique di Kemang Raya nomor 27, Jakarta Selatan, Kamis (15/1/2015).

Selain ingin memberi nuansa baru dalam menikmati teh, konsep ini dipakai Gaia sekaligus untuk mengedukasi pengunjungnya. Bahwa kenikmatan teh juga dipengaruhi dari bagaimana Anda menyeduhnya.

Sebenarnya pengunjung juga tidak akan dipusingkan dengan meracik dan menyeduh tehnya sendiri. Karena pramusaji sejak awal menyuguhkan baki atau nampan, teh pilihan konsumen sudah dimasukkan dalam sebuah tea pot dan timer sudah dipasang. Sampai di meja, kemungkinan teh sudah matang dan tamu tinggal menuangnya dalam cangkir.

Tapi jika Anda ingin merasakan sendiri pengalaman menyeduh, dan tentunya mau sedikit agak repot, Anda bisa mengatakan pada pramusaji bahwa Anda ingin melakukannya sendiri. Menuang racikan teh, memasang timer dan menunggu hingga matang, lalu menuangkannya sendiri ke dalam cangkir keramik. Kepuasan Anda menikmati teh mungkin akan bertambah besar.

Seperti sore tadi, Okezone disuguhkan dua cangkir teh yang berbeda. Cangkir pertama adalah teh oolong dingin. Cara penyeduhan seperti dinamakan cold brew, yaitu teh diseduh dalam air hangat sekitar 70 sampai 80 derajat Celcius, kemudian disimpan dalam lemari es hingga sekira empat jam, baru setelah itu dinikmati.

Teh kedua yaitu Indonesian Genmaicha yang disuguhkan dalam keadaan hangat. Ratna mengatakan teh ini memiliki cita rasa yang khas karena ditumbuk bersama beras yang dipanggang. Meski kedua teh berasal dari luar negeri, yaitu teh oolong dari Tiongkok dan teh genmaicha dari Jepang, tapi di kedai teh Gaia, semua daun teh sudah 100 persen ditanam di perkebunan teh lokal, yaitu seperti di Jawa Barat dan Bengkulu.

Kedua teh yang saya nikmati tentu tanpa gula, karena memang seperti ini cara yang sebenarnya minum teh di negeri asalnya. Meski tanpa gula, teh tidak berasa pahit di mulut, melainkan tetap segar. Seperti yang Ratna sampaikan, kenikmatan teh sangat tergantung dari berapa lama menyeduhnya.

Sementara rasa manis, terobati dengan sejumlah penganan kecil yang menemani acara tea time tersebut. Roti, pie cake, banana cake, dark chocolate, bahkan kue mungil asal Prancis, macarons menjadi teman pas untuk menyeruput teh.

"Sengaja kami pasangkan dengan kue internasional, bukan misalnya singkong rebus atau kacang rebus, karena kami ingin membawa teh Indonesia menjadi lebih modern, lebih internasional," kata Ratna beralasan tentang konsep ini.

Gaia Tea & Boutique memiliki bentuk ruangan yang memanjang ke kebelakang. Selain kursi-kursi tunggal, Anda juga bisa memilih duduk di sofa. Ketika masuk ke kedai teh ini, jangan heran jika Anda melihat dekorasi dengan motif batik, karena kafe teh ini merupakan sister company dari Alleira, brand busana dari bahan batik di Indonesia.

Kedai ini menyajikan sembilan menu teh. Jika Anda ingin menu paket, Anda bisa memilih paket Afternoon Tea yang terdiri dari satu tea pot, dua cangkir teh, dan satu baki kue berisi roti Bluder yang merupakan roti khas Madiun, banana cake,kue madeline, macarons dan kue kering coklat tiga buah. Paket ini dibanderol seharga Rp89 ribu.

(Yogi Cerdito)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya