Perlu moms ketahui, wujud kasih sayang yang berlebihan tersebut dapat menimbulkan pengalaman yang buruk. Terlebih, jika si kecil sudah merasa tidak nyaman dan mulai terlihat gelisah bahkan menangis namun masih tetap dicium atau digelitiki. Dan, makin parah lagi jika yang melakukan adalah orang asing atau sosok yang belum dikenal oleh si kecil.
Berdasarkan pengalaman yang tidak enak tersebut bayi bisa menjadi lebih berhati-hati atau menolak jika ada orang asing yang mau mendekatinya. Sebenarnya, tindakan mengekspresikan kasih sayang dalam bentuk mencium, mencubit, atau menggelitik, apabila kadarnya tidak sampai menyakiti dan bayi juga terlihat menikmati interaksinya, dengan tertawa dan merespons dengan senyuman bahkan suara, maka boleh saja dilakukan.
Ekspresi kasih sayang sebenarnya bisa diberikan dalam beragam bentuk dan sejak masih bayi sentuhan merupakan hal yang diperlukan untuk membentuk attachment (kelekatan). Jika salah satu pihak ada yang merasa kurang nyaman, maka sebaiknya tidak diteruskan dan tetap juga dampingi bayi jika ada orang asing yang mengajak bermain dengan cara menggelitik karena biasanya kalau bayi sudah merasa tidak nyaman, maka akan berusaha mencari sosok yang ia kenal untuk meminta perlindungan atau bantuan.
Cara menolak halus
Nah, untuk menolak secara halus jika ada orang lain yang ingin mencubit bayi kita karena gemas atau mencium atau bahkan menggelitiki, moms bisa mengatakan, “Maaf ya, yang dipegang bagian tangannya atau lengan bawahnya saja ya karena ia sensitif kalau dicubit pipinya atau kalau digelitiki perut atau pinggangnya”.
Semua bentuk kasih sayang dan ekspresi verbal maupun non-verbal dapat diberikan dengan beragam cara, asalkan memang kadar kuantitas dan kualitasnya tidak berlebihan. Perhatikan ekspresi non-verbal dari respons yang diberikan bayi. Jika mereka sudah merasa tidak nyaman, mungkin sebaiknya dihentikan atau ajak bermain dengan cara lain. Cara mengekspresikan kasih sayang juga bisa diberikan dengan cara verbal atau berkomunikasi. Misalnya dengan mengajak bicara, bernyanyi, membacakan cerita atau dongeng.
Bahaya loh!