Pandai-pandai kelola emosi
Perubahan hormon selama kehamilan dapat menyebabkan fluktuasi/naik turunnya emosi. Lawan kondisi ini dengan cara mengubah mindset (pola pikir) Anda.
Ingat, stres bisa membahayakan janin. Banyak-banyaklah mendekatkan diri pada Tuhan dan berdoa agar kehamilan diberi kelancaran hingga waktunya melahirkan. Komunikasikan selalu kondisi kehamilan pada suami/keluarga sehingga dapat mengurangi beban pikiran. Melakukan meditasi atau olahraga ringan juga dapat mengurangi stres.
Perubahan hormon di awal kehamilan memang dapat menyebabkan perubahan pada tubuh ibu hamil seperti kulit kering, mual muntah, sakit payudara, stretch mark. Jika kondisi itu membuat Anda jadi sedih atau justru emosi, bersabarlah. Biasanya perubahan tersebut akan hilang setelah melahirkan. Atau, jika Anda memiliki dana yang lebih, tak ada salahnya melakukan perawatan tubuh/refleksi. Atau, Anda juga bisa memilih untuk berlibur/rekreasi untuk menghilangkan kejenuhan atau stres.
Hindari rokok dan alkohol
Ketika Anda merencanakan kehamilan, hal pertama yang perlu dilakukan adalah mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, misal, jika sebelum hamil Anda adalah seorang perokok berat, hobi mengonsumsi minuman berakohol, bersoda, berkafein, dan obat-obatan tertentu. Mau tak mau, stop semua kegiatan itu, termasuk juga hindari asap rokok! Zat-zat kimia yang terdapat dalam makanan/minuman tersebut dapat membahayakan janin dalam kandungan bumil dan bisa mengakibatkan bayi lahir dengan berat rendah (BBLR).