Perusahaan hortikultura mengatakan, tanaman ini bisa tumbuh selama satu musim saja. Pada saat itulah tomat dan kentang bisa dipanen bersamaan. Kedua ujung tanaman telah diuji alpha solanin, yakni uji racun yang dapat memengaruhi tanaman dan telah disertifikasi aman.
"TomTato telah diuji coba selama beberapa tahun, dan hasil akhirnya jauh lebih unggul. Rasanya benar-benar seperti tomat, dan kentangnya juga terasa lezat,” pungkasnya.
TomTato diresmikan pada September 2014, dan tersedia di berbagai perkebunan di Inggris dengan harga USD24 atau Rp294 ribu, memiliki panjang 8,6 cm. Hal ini diharapkan untuk menarik perhatian orang-orang yang tidak memiliki banyak ruang untuk kebunnya ditanami berbagai macam tanaman. TomTato bisa tumbuh dalam pot bervolume 40 liter. (yac)
(Tuty Ocktaviany)