KETE KESU bukan hanya dikenal sebagai kawasan yang memiliki peradaban Tongkonan tertua, namun juga kompleks pemakaman.
Meski demikian, di dalam kompleks pemakaman ini, pengunjung tidak hanya melihat tebing pemakaman, namun juga melihat kuburan orang Toraja berbentuk bangunan seperti rumah. Bukan di atas tebing.
Menurut kepala adat setempat Layuk Sarungallo, kini pemakaman orang Toraja tak lagi di atas bukit, namun bisa juga dengan membuat rumah yang diperuntukkan menyimpan jenazah orang yang meninggal dunia tersebut.
Melewati anak tangga menurun merupakan cara menuju pemakaman ini. Di kanan dan kiri jalan, pengunjung akan disuguhkan pemandangan toko suvenir dengan harga yang cukup terjangkau.
Tulang-tulang dan tengkorak yang berserakan akan dengan mudah Anda temukan pada gua-gua yang dipahat di dinding batu kapur (karst). Gua-gua tersebut dipahat khusus oleh ahli pembuat gua. Bersiap-siaplah menikmati situs bersejarah dan pengalaman wisata dengan nuansa mistis atau spooky saat Anda melintasi kompleks pemakaman kuno yang usianya diperkirakan mencapai 700 tahun.
Beberapa gua makam tampak ditutup dengan jeruji besi. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pencurian patung jenazah (tau-tau) yang dikubur di sana. Jenazah akan terlihat jelas dari luar bersama harta yang turut dikuburkan bersamanya. Di area ini, dapat pula Anda temukan peti mati (erong) dalam berbagai bentuk, seperti perahu, kerbau, dan babi yang digantungkan di dinding-dinding bukit. Peti-peti tersebut dipahat atau diukir dengan sangat teliti dan indah.
(Tuty Ocktaviany)