GUNUNGKIDUL - Pengelolaan kepariwisataan melalui pemberdayaan masyarakat wisata Goa Pindul, Yogyakarta, menjadi percontohan bagi negara ASEAN. Ini terutama menyangkut pemberdayaan masyarakat.
Sore ini, perwakilan negara ASEAN, yakni Brunei Darusalam, Kamboja, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Myanmar, dan Laos mengunjungi Desa Wisata Bejiharjo, yang memiliki objek wisata goa pindul. Turut hadir perwakilan dari luar ASEAN, yakni Korea Selatan, Jepang, dan China.
Perwakilan menteri se-ASEAN dijadwalkan hadir, namun hanya dua menteri kesra yang bisa datang, yakni Union Minister (Menteri Kesra) Myanmar Thet Naing Win dan Minister Chairman of Laos NCRDPE Bounheuang Douangphachanh.
Setiba di komplek Goa Pindul, rombongan langsung disambut kesenian tradisional Jathilan yang dimainkan oleh para siswa SD. Rombongan langsung mencoba memasuki Goa Pindul, namun tidak melalui pintu utama. Mereka masuk melalui pintu keluar dengan perahu karet.
Menurut Imawan Wahyudi, Wakil Bupati Gunungkidul, yang menyambut langsung, pariwisata yang digerakkan langsung oleh masyarakat dan pemerintah desa bisa menjadi instrumen untuk pemberdayaan masyarakat. Cara ini terbukti berhasil.
"Saya sempat menyesal tidak menceritakan Pindul merupakan salah satu kandidat geopark dari UNESCO," katanya di Gunungkidul, Yogyakarta, Kamis (4/7/2013).
Dia menambahkan, perwakilan negara tersebut bisa belajar tentang pengelolaan wisata melalui pemberdayaan masyarakat. "Tentu pengalaman di sini bisa mereka terapkan di negara masing-masing," imbuhnya.
Selain itu, lanjut Imawan, yang bisa diambil dari forum mentri kesejahteraan rakyat se-Asean di Yogyakarta ialah semakin memacu peran masyarakat dalam mengelola pariwisata. "Pertemuan Itu akan menjadi pemacu untuk pemberdayaan oleh masyarakat," tandasnya.
Sementara Subagyo, Pengelola Goa Pindul dari Dewa Bejo, mengatakan bahwa pemberdayaan pariwisata oleh masyarakat bisa mengurangi pengangguran. "Sebelumnya banyak pengangguran di sekitar Goa Pindul. Namun setelah dibuka, masyarakat semakin sejahtera," katanya.
Dijelaskannya, peningkatan kesejahteraan ini dikarenakan setiap tahun pengunjung semakin meningkat. Pada 2012, misalnya, jumlah wisatawan lokal mencapai 127 ribu orang, wisatawan asing 4.597.
"Tahun 2010 hanya seratusan orang yang berkunjung. Kita optimis ke depan Goa Pindul akan semakin ramai," pungkasnya.
(Fitri Yulianti)