DITUNJUK sebagai Direktur Kreatif dari sebuah label fesyen besar tentu tidaklah mudah. Sebab, tak hanya kompetensi saja yang wajib dimiliki, namun perlu ada kesamaan visi maupun misi di dalamnya.
Hal itu pun dirasakan betul Era Soekamto ketika dirinya dipinang label Iwan Tirta. Meski pengalaman serta latar belakangnya sebagai desainer yang menjunjung tinggi nilai budaya memang tak perlu diragukan lagi, namun pinangan tersebut tetap membuahkan keraguan untuknya apakah ia sanggup menahkodai label ternama tersebut.
Namun pilihan manajemen Iwan Tirta memang tidak salah. Selain bertalenta, wanita ramah ini memang banyak menghabiskan waktu untuk memproduksi produk fesyen yang berbau etnik Indonesia terutama batik. Oleh karenanya, tak heran jika dirinya pantas menduduki jabatan prestisius sebagai Direktur Iwan Tirta Private Collection.
“Mereka sudah mulai mencari penerus, katanya yang diinginkan itu pertama harus mengerti kain daerah, mengerti budaya, masih muda, sama bisa mengajar dan bisnis,” ujarnya saat berbincang eksklusif dengan Okezone di butik Iwan Tirta Private Collection, Kawasan Wijaya, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Meski begitu, Era mengaku tak dilihat dari latar belakang yang dimilikinya saja. Namun ada sisi lain yang menjadi pertimbangan manajemen saat akan meminangnya dulu.
“Yang pertama di approach adalah bisnis side-nya, karena menjadi seorang desainer juga harus mengerti tentang bisnis, bukan cuma ideologi saja,”,” tuturnya
“Proses kreatif sama bisnis itu kan selalu berantem. Jadi mereka make sure, kalau mereka mencari orang kreatif yang mengerti akan bisnis juga, dan mungkin mereka tahu sepak terjangku,” paparnya.
Kendati demikian, bagi Era ini bukanlah hal yang mudah untuk mengemban tugas tersebut. Apalagi dunia juga telah mengetahui nama besar maupun kiprah Iwan Tirta dalam mengembangkan batik Indonesia
“Yang jelas harus kerja keras dan cepat,” tutupnya. (ind)
(Tuty Ocktaviany)