TREN merajah tubuh memang bukan hal yang baru. Selain sebagai sarana ekspresi seni, tato juga dikenal karena biaya pembuatannya yang tak murah.
Keberuntungan mungkin belum menjadi milik Baguzt Hermawan. Langkahnya di ajang MasterChef Indonesia memang hanya terhenti dibabak lima besar. Namun, siapa sangka bila sosoknya justru semakin dikenal masyarakat.
Salah satu ciri khas yang melekat pada diri Baguzt ialah tato yang menghiasi tubuhnya. Pria asal Surabaya ini mulai mencintai seni rajah tubuh sejak 2002 silam. Dari demikian banyak tato yang dimilikinya, adakah yang paling berkesan?
“Semua mengesankan karena sakit ketika dibuat, tapi memang paling sakit yang di leher,” cerita Baguzt saat berkunjung ke redaksi
Okezone di Gedung HighEnd, Kebon Sirih, Jakarta, belum lama ini.
Selain menyakitkan, proses pembuatan tato memang tidak murah. “Tato pertama saya itu kalau tidak salah harga pembuatannya sekira Rp3 juta-Rp4 juta tiga juta,” tutur pria 29 tahun ini.
Kecintaan Baguzt pada tato memang sangat besar. Bahkan, hal ini yang mendorongnya menjadi seorang
tattoo artist.
“Kalau sekarang
sih saya tidak pernah bayar lagi. Jadi, sistemnya
barter sama
tattoo artist yang lain. Saya
gambarin dia, dia juga
gambarin saya,” terangnya.
Dengan begitu banyak tato yang ada pada tubuhnya, berapakah biaya yang semestinya dikeluarkan Baguzt?
“Kalau ditotal, mungkin Rp50 juta ya,” tutupnya.
(Tuty Ocktaviany)