PROVINSI Nusa Tenggara Barat (NTB) dikenal tidak hanya karena alamnya yang indah dan cantik, tapi juga keindahan mutiaranya yang berkualitas tinggi. Mau bukti?
Potensi NTB sebagai penghasil mutiara memang perlu dibudidayakan. Apalagi, mutiara yang dihasilkan tersebut memiliki keunikan tersendiri dibandingkan mutiara dari daerah lain. Untuk itu, sudah sepantasnya bila mutiara lokal ini dipromosikan secara lebih luas.
Wakil Gubernur NTB Badrul Munir mengatakan, sudah seharusnya wisatawan bila mengingat NTB, maka ingat pula dengan mutiara. "Kami ingin dikenal sebagai destinasi Nusantara dengan produksi lokal yang andal, yaitu mutiara," tuturnya saat jumpa pers Lombok-Sumbawa Pearl Festival (LSPF) 2012 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (25/6/2012).
Diceritakan Badrul, NTB memiliki 24 perusahaan budidaya mutiara yang mempekerjakan 2.435 penduduk setempat. "Permintaan mutiara semakin banyak, terutama setelah kami rutin selama tiga tahun mengadakan LSPF ini," jelasnya.
Sejak digelar pada 2010, LSPF sudah meningkatkan transaksi penjualan mutiara sebesar 200 persen. "Ekspor mutiara memang sangat berpengaruh dengan adanya festival ini. Lima bulan pertama 2012 ini saja kami sudah menerima Rp499,8 miliar dari ekspor mutiara," kata Badrul.
Yang menjadikan mutiara NTB digemari dan selalu dicari ialah jenisnya yang tidak biasa. "Mutiara berwarna bronze (tembaga), cuma ada di NTB. Selain itu, kita tidak cuma memproduksi mutiara, tapi ada juga kerajinan dari kulit kerang," jelasnya.
Selain nilai ekspor yang tinggi, adanya mutiara ini juga menjadi atraksi wisata spesial di NTB. "Daerah yang banyak budidaya mutiaranya seperti di Sumbawa Barat, Lombok Tengah, dan daerah lain juga bisa menjadi destinasi wisata. Pengunjung bisa datang untuk membeli mutiara dan melihat proses pembentukannya," tutup Badrul berpromosi. (ind)
(Fitri Yulianti)