MASYARAKAT Indonesia punya banyak cara tradisional untuk mengekspresikan rasa syukurnya. Salah satunya yang dilakukan masyarakat Dusun Gedangan, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Upacara selamatan atau syukuran khas dusun ini disebut Upacara Cing-Cing Goling.
Dahulu kala, upacara ini merupakan ungkapan rasa syukur atas hasil panen masyarakat setempat dan keberhasilan tawanan Kerajaan Majapahit membebaskan diri. Menurut sejarah, pelarian ini dipimpin oleh Wisang Sanjaya dan Yudopati yang melarikan diri ke dusun ini.
Kemudian, mereka membantu memajukan pertanian warga dusun dengan membangun bendungan di Kali Dawe agar warga tidak kekurangan pasokan air. Ketika bendungan selesai dibuat, warga menggelar upacara selamatan, yang rutin digelar setiap tahun dan kini disebut Upacara Cing-Cing Goling.
Upacara Cing-Cing Goling juga merupakan upacara adat sebagai ritual penghormatan terhadap roh leluhur atau roh pelindung masyarakat di Dusun Gedangan, Desa Gedangrejo, Kecamatan Karangmojo.
Perhelatan ini jatuh pascapanen kedua, yaitu sekitar bulan Mei, Juni, dan Juli dan berlangsung menurut hari dalam pasaran Jawa, yaitu Senin Wage atau Kamis Kliwon. Upacara Cing-cing Goling dilaksanakan di Bendungan Dawe (Bendungan Kedung Dawang). Di tengah upacara biasanya disajikan pertunjukan tari yang bernama Tari Cing-Cing Goling.
Upacara ini merupakan perpaduan dua unsur, yaitu Hindu dari Kerajaan Majapahit dan unsur Kejawen dari penduduk asli Dusun Gedangan. Yang menarik dari upacara ini adalah ritual persembahan ayam yaitu membungkus ayam dengan kemasan yang terbuat dari janur atau daun kelapa. Kini, kemasan janur ini sudah langka, bahkan jarang ditemui di Dusun Gedangan.
Selain mendapatkan pengetahuan tentang kesenian khas Gunung Kidul, wisatawan yang menyaksikan upacara Cing-Cing Goling juga mendapatkan makanan yang berasal dari ayam dan lauk pauk yang dipakai dalam ritual.
Setelah pembacaan doa oleh pemangku adat untuk keselamatan warga dusun dan kesejahteraan para petani, ratusan ayam (biasanya berbentuk ingkung), lauk pauk, dan nasi dibagikan kepada para pengunjung dan masyarakat sekitar yang tinggal di dekat Bendungan Dawe.
Dusun Gedangan dapat dicapai menggunakan bis dari Kota Yogyakarta menuju Wonosari. Dusun ini terletak delapan kilometer dari sebelah timur Wonosari. (Diolah dari berbagai sumber)
(Rani Hardjanti)