Poppy Dharsono, Selalu Ada Proses Kreatif

SINDO, Jurnalis
Selasa 19 Agustus 2008 14:12 WIB
Poppy Dharsono (Foto: Dewi Arta/Okezone)
Share :

TIGA puluh satu tahun sudah Poppy Darsono berkecimpung di dunia fashion. Kini di sela-sela kreativitasnya, desainer cantik ini mulai melirik dunia politik.

Belakangan ini, nama Poppy jarang terdengar mengadakan fashion show tunggal seperti dulu. Hal itu tidak sepenuhnya diiyakan Poppy. Desainer cantik ini mengatakan bahwa dirinya masih berkarya, meski dalam lingkup lebih kecil, dan kurang publikasi media.

Baginya, fashion telah menjadi bagian hidupnya. Meski dia juga telah mencoba menapaki dunia politik, namun fashion tetap tak tergantikan. "Terus terang habis ngomongin soal kerjaan lain, atau apa pun, saya terus duduk selama dua jam dengan asisten desainer saya. Kita bikin sepuluh desain, kemudian saya mengontrol desain yang ingin saya ciptakan. Selalu ada proses kreatif," katanya.

Memang, dia tak menyangkal bahwa akhir-akhir ini ia terkesan jarang menggelar fashion show tunggal, namun bukan berarti nama besarnya telah terkubur.

"Saya selalu melakukan show reguler bersama APPMI (Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia) minimum dua kali setahun, juga fashion show yang relatif lebih kecil. Barangkali kurang publikasi saja," tuturnya.

Kontribusinya di dunia fashion memang tak perlu diragukan lagi. Dialah sang pendiri APPMI, dan sudah ada 150 desainer muda dirangkum dalam satu wadah dari delapan provinsi.

"Jadi dibilang stagnan tidak juga. Dalam lima belas tahun terakhir saya membangun sekolah La Salle College dan IIFI (Indonesia International Fashion Institute) Sebetulnya saya terus berkarya untuk infrastruktur. Mengesampingkan kebutuhan pribadi untuk ekspose tunggal. Tujuannya agar dunia mode Indonesia makin kuat," tambahnya.

Saat ini APPMI menjadi wadah pemersatu desainer muda dari berbagai provinsi di Indonesia. Poppy mengajak mereka bergabung, berkarya, kemudian menggali potensi kekayaan ragam dan hayati untuk mengembangkan mode Indonesia. Di tiap provinsi, desainer melakukan tugas research dengan lokal konten yang ada. "Misal di Sumatra ada kain songket, sulam. Para desainer memotivasi beberapa macam yang dapat menjadi dasar untuk diimplementasikan ke industri kreatif dan memberi nilai tambah pada lingkungan," ujar wanita kelahiran 8 Juli 1951 ini.

Saat ini Poppy telah menemukan jiwanya. Dia berfokus pada pelestarian batik dan pengembangan divisi seragam juga busana malam. "Busana yang sophisticated, tapi praktis. Baju yang tidak memerlukan kerja keras dalam pemakaian. Juga dapat dipakai siang hari, kemudian dapat "disulap" untuk malam hari," jelas wanita yang pernah sekolah di Ecole Superieur De La Mode Guerre Lavigue Paris ini.

Kini apakah yang menjadi skala prioritas Poppy? Sebenarnya dalam hidup ada banyak pilihan, dan hendaknya pilihan kita ini berguna bagi manusia di sekeliling, orang yang dikasihi, pegawai, dan sebagainya. Itulah pilihan yang telah menjadi prioritasnya.

"Saya harus mengatur segalanya dengan baik. Karena tidak ada yang sempurna, kita yang mesti bergerak dan efektif, memiliki dedikasi jelas dan tulus," ungkapnya.

Tidak biasa memang, seorang desainer model, mantan model, terjun ke dunia politik. Namun, tidak bagi Poppy. Pasalnya, sudah sejak kuliah ia biasa berteman dengan orang-orang yang memiliki idealis dan menjadi aktivis, bukan hal asing. "Pernah ada orasi di UI dengan Dokter Sjahrir, atau era saya sekolah di IKJ. Di Paris bersama Erwin Ramedan, dia ajak saya ikut demo solidaritas. A M Fatwa, Adnan Buyung, dan Adi Sasono, mereka adalah mentor senior," kenangnya.

Tahun 77 sepulangnya dari Paris, ia malah ikut kehidupan mahasiswa aktivis. Dan kini setelah 31 tahun, bisnis juga sudah seattle, anak saya sudah jadi orang, saatnya ia memberikan yang terbaik bagi sekitar. Saya juga mengikuti perkembangan politik seperti orang kebanyakan.

Sebagai jawabnya, Poppy melakukan langkah nyata pengembangan UKM maupun pemberdayaan potensi lingkungan dan sumber daya manusianya. "Pertama, saya ingin memberdayakan perempuan dan industri kecil," tutur wanita yang pernah mencalonkan diri sebagai Gubernur Jawa Tengah ini. Setelah gagal pada pemilihan gubernur, kini Poppy fokus membidik kursi abdi masyarakat di dewan perwakilan daerah.

(Tuty Ocktaviany)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya