MENANAM pohon mangga di rumah bisa menjadi pilihan menarik bagi pencinta tanaman buah. Selain membuat pekarangan lebih hijau, pohon mangga juga dapat menghasilkan buah segar yang bisa dinikmati bersama keluarga.
Kabar baiknya, setelah memasuki fase berbunga, buah mangga umumnya membutuhkan waktu sekitar 3–5 bulan untuk berkembang hingga siap dipanen. Namun, waktu panen dapat berbeda bergantung pada varietas mangga, kondisi cuaca, dan perawatan tanaman.
Lantas, bagaimana cara menanam pohon mangga di rumah agar tumbuh subur dan berbuah optimal? Dilansir dari Better Homes and Gardens, berikut penjelasannya.

Langkah pertama dalam menanam pohon mangga adalah memilih bibit yang sehat. Jika ingin pohon lebih cepat memasuki masa berbuah, bibit hasil sambung atau okulasi dapat menjadi pilihan dibandingkan menanam dari biji.
Bibit vegetatif umumnya mulai berbuah sekitar 3–5 tahun setelah ditanam, meskipun waktunya bergantung pada varietas dan kondisi pertumbuhan. Sementara itu, pohon yang ditanam dari biji dapat membutuhkan waktu lebih lama untuk menghasilkan buah.
Pilih bibit dengan batang kokoh, daun sehat, serta bebas dari tanda serangan hama dan penyakit. Kamu juga bisa berkonsultasi dengan penjual tanaman untuk menentukan varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan rumah.
Pohon mangga membutuhkan sinar matahari yang cukup untuk mendukung pertumbuhan daun, pembungaan, dan pembentukan buah.
Pilih lokasi terbuka yang mendapat sinar matahari langsung selama sebagian besar hari. Pastikan pula area tersebut memiliki sirkulasi udara yang baik dan tidak mudah tergenang air.
Jika ditanam di pekarangan, perhatikan ukuran pohon ketika dewasa. Beberapa varietas mangga dapat tumbuh besar sehingga membutuhkan ruang yang cukup luas.
Bagi yang memiliki lahan terbatas, menanam mangga dalam pot besar bisa menjadi alternatif. Pilih bibit yang pertumbuhannya relatif kompak dan lakukan pemangkasan seperlunya agar ukuran tajuk tetap terkendali.
Pohon mangga dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, tetapi tanah yang gembur, cukup dalam, dan memiliki drainase baik akan membantu perkembangan akar.
Sebelum menanam, gemburkan tanah dan campurkan kompos matang untuk menambah bahan organik. Buat lubang tanam yang cukup untuk menampung akar, kemudian letakkan bibit pada kedalaman yang sama seperti di wadah pembibitan.
Setelah itu, tutup kembali dengan tanah dan siram secukupnya. Tambahkan mulsa organik di sekitar tanaman untuk membantu menjaga kelembapan tanah, tetapi jangan menumpuknya langsung pada batang.
Jika menggunakan pot, pastikan wadah memiliki lubang drainase yang memadai agar kelebihan air dapat keluar.