JAKARTA - Perubahan aroma pada organ intim wanita sering kali membuat khawatir, tetapi tidak sedikit pula yang enggan membicarakannya karena dianggap tabu. Padahal, mengenali aroma vagina merupakan salah satu cara penting untuk mendeteksi gangguan kesehatan, termasuk potensi infeksi menular seksual (IMS).
Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Vinna, membagikan edukasi mengenai indikasi penyakit menular seksual yang dapat dikenali melalui aroma dan kondisi keputihan wanita. Hal tersebut disampaikannya dalam unggahan video podcast bersama Dokter Spesialis Andrologi, dr. Jefry Tribowo, di akun Instagram keduanya pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Menurut dr. Vinna, keluhan aroma yang muncul pada organ intim sangat erat kaitannya dengan masalah keputihan. Ia menjelaskan bahwa organ kewanitaan secara alami memiliki aroma khas yang dapat berubah tergantung siklus hormonal, terutama saat mendekati masa menstruasi.
"Itu karena keputihan tadi. Kalau normal tuh kan ya vagina yang jauh dari masa menstruasi. Kalau menstruasi berbau juga," kata dr. Vinna, dikutip Minggu (25/10/2026).
“Karena memang meningkat kan, hormon estrogen meningkat, terus cairan akan bertambah, sehingga lebih bau tapi baunya belum busuk, bau vagina. Apalagi kalau udah mau mens kayak rasa kayak ada campur dengan bau darah,” lanjutnya.