JAKARTA - Ramai di media sosial soal video bayi baru lahir memiliki kumis tebal berwarna hitam dan jadi sorotan netizen. Menurut laporan seperti yang dikutip dari The Times of India, video tersebut berasal dari Ekuador.
Video tersebut beredar luas di dunia maya hingga menjadi hiburan netizen hingga memantik tanggapan netizen yang berkomentar adanya penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam video tersebut.
Namun, hal tersebut belum terverifikasi. Apakah kumis tebal tersebut fakta atau hasil edit? Sementara itu, dalam dunia medis ada istilah lanugo, di mana bayi memiliki bulu halus dan lembut sejak dalam rahim. Apakah bayi tersebut memang mengalami lanugo?
Dikutip dari Cleveland Clinic, lanugo merupakan rambut yang sangat halus dan lembut yang tumbuh pada janin selama berada di dalam rahim. Rambut ini berperan melindungi kulit serta menjaga kehangatan tubuh selama perkembangan janin.
Lanugo mulai tumbuh ketika usia kehamilan memasuki sekitar 16–20 minggu. Rambut tersebut biasanya rontok menjelang kelahiran, tetapi sebagian bayi masih memilikinya saat lahir, terutama bayi yang lahir prematur.
Fungsi lanugo salah satunya adalah mempertahankan lapisan vernix caseosa, yaitu lapisan putih menyerupai lilin yang melindungi kulit janin dari cairan ketuban. Lapisan tersebut menjaga kelembapan kulit dan memberikan perlindungan selama berada di dalam rahim.
Lanugo juga menjaga kehangatan tubuh janin sampai tubuhnya berkembang cukup baik untuk mengatur suhu dengan bantuan lemak tubuh.
Selain itu, gerakan rambut halus tersebut di dalam cairan ketuban dapat merangsang reseptor sensorik pada janin. Proses ini turut berperan dalam mekanisme perkembangan janin.
Lanugo biasanya sudah menghilang dalam dua bulan pertama setelah kelahiran. Pada sebagian bayi, rambut halus di area tertentu, seperti telinga atau bagian bawah punggung, mungkin masih terlihat lebih lama.
Bayi yang lahir prematur cenderung memiliki lanugo lebih banyak karena rambut tersebut belum sempat rontok sebelum kelahiran.
Orang tua tak perlu melakukan perawatan khusus untuk menghilangkannya. Cukup jaga kebersihan kulit bayi dengan memandikannya secara lembut menggunakan pembersih yang sesuai untuk bayi.
Pada bayi baru lahir, keberadaan lanugo umumnya merupakan kondisi normal. Namun, pertumbuhan rambut halus yang menyerupai lanugo pada anak yang lebih besar maupun orang dewasa dapat berkaitan dengan kondisi medis tertentu.
Lanugo pada orang dewasa dapat muncul dalam kondisi seperti gangguan makan, malnutrisi, dan pada kasus yang jarang, tumor tertentu.
Pada kondisi kekurangan nutrisi yang berat, tubuh dapat menumbuhkan rambut halus sebagai respons untuk membantu mempertahankan kehangatan.
Meski demikian, keberadaan rambut saja tidak cukup untuk menentukan adanya penyakit. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Rambut lanugo memiliki karakteristik yang berbeda dari rambut tebal pada wajah. Lanugo umumnya sangat halus, lembut, dan menyerupai bulu tipis yang menutupi permukaan kulit.
Karena itu, rambut halus yang tumbuh pada wajah bayi tidak bisa langsung disamakan dengan kumis tebal seperti rambut wajah pada orang dewasa.
Dalam video bayi yang tampak memiliki kumis tebal tersebut, tentu saja keasliannya tetap perlu diperiksa. Informasi mengenai lanugo hanya menjelaskan pertumbuhan rambut alami pada janin dan bayi baru lahir, bukan membuktikan bahwa video tertentu benar-benar autentik.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.