SEJUMLAH artis perempuan Indonesia menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan dengan turun langsung membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Tak sekadar menyuarakan keprihatinan melalui media sosial, mereka datang ke lokasi terdampak, membantu proses pemadaman, hingga menyalurkan bantuan bagi warga dan relawan.
Setidaknya, ada tiga nama yang menjadi sorotan. Ketiga artis perempuan ini terlibat dalam kegiatan penanganan karhutla dengan peran dan pengalaman masing-masing.
Aksi mereka sekaligus memperlihatkan beratnya tantangan yang dihadapi petugas dan relawan ketika berhadapan dengan kebakaran di kawasan hutan, terutama lahan gambut yang masih menyimpan bara di bawah permukaan tanah. Lantas, siapa saja mereka?
Berikut profil singkat dan aksi ketiga artis perempuan tersebut:

Nama Sherina Munaf menjadi salah satu yang pertama mencuri perhatian dalam aksi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah pada awal September 2026. Penyanyi sekaligus aktris ini turun langsung ke sejumlah lokasi kebakaran bersama tim yang berkolaborasi dengan organisasi lingkungan dan instansi terkait.
Sherina turut membantu memadamkan bara serta melakukan pembasahan kembali atau rewetting untuk menjaga kelembapan lahan gambut. Dalam unggahannya di media sosial, Sherina menggambarkan betapa menantangnya medan yang harus dihadapi.
Asap tebal, jarak pandang terbatas, serta bara panas di bawah permukaan tanah membuat setiap langkah membutuhkan kehati-hatian. Sherina juga mengingatkan bahwa pekerjaan tidak selesai ketika api di permukaan berhasil dipadamkan. Bara yang masih tersisa harus ditangani agar tidak kembali memicu kebakaran yang lebih besar.
Selain membantu di lapangan, Sherina menggalang donasi melalui gerakan Pawerful Voices untuk mendukung kebutuhan peralatan, perlindungan diri, logistik, dan penanganan dampak kebakaran. Keterlibatannya memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk mendukung orang-orang yang setiap hari bekerja di garis depan penanganan karhutla.

Kemudian, ada Zaskia Adya Mecca. Dia juga turun langsung membantu penanganan karhutla di Palangka Raya, Kalimantan Tengah, pada Oktober 2026.
Aktris yang dikenal aktif dalam kegiatan sosial ini terlibat bersama relawan lain. Selain membantu memadamkan lahan gambut yang terbakar, Zaskia ikut melihat kondisi masyarakat yang terdampak kebakaran.
Melalui unggahan media sosialnya, Zaskia menceritakan bahwa pemadaman di lahan gambut membutuhkan kesabaran dan ketelitian. Api yang terlihat kecil di permukaan belum tentu benar-benar padam karena bara dapat bertahan di lapisan tanah yang lebih dalam.
Tak berhenti di lokasi kebakaran, Zaskia bersama relawan mengunjungi Desa Kanarakan untuk meninjau kebutuhan warga. Desa tersebut memiliki akses yang terbatas dan harus ditempuh menggunakan sampan.
Dalam kegiatan itu, ia turut membantu penyaluran obat-obatan bagi masyarakat serta melakukan asesmen awal untuk mengetahui kebutuhan bantuan jangka panjang. Keterlibatan Zaskia memperlihatkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berkaitan dengan memadamkan api. Perhatian terhadap kesehatan, akses layanan dasar, dan kebutuhan warga di sekitar kawasan terdampak juga menjadi bagian penting dari upaya kemanusiaan.

Komedian sekaligus konten kreator, Riyuka Bunga, menjadi nama lain yang mendapat perhatian setelah terjun langsung membantu penanganan karhutla di Palangka Raya. Pada Oktober 2026, Riyuka membagikan sejumlah rekaman kondisi kawasan yang dikunjunginya. Ia memperlihatkan lahan yang terbakar, asap pekat, serta titik-titik kecil yang masih menyisakan bara.
Pengalaman tersebut membuat Riyuka menyoroti kondisi lingkungan yang terkadang tampak baik-baik saja dari luar, padahal kerusakan akibat kebakaran dapat terjadi di bagian dalam kawasan.
Selain melihat kondisi lahan dan membantu upaya penanganan, Riyuka juga ikut mendistribusikan makanan serta kebutuhan logistik bagi para relawan. Ia turut membantu menyalurkan perlengkapan kesehatan untuk masyarakat yang terdampak.
Dalam unggahan media sosialnya, Riyuka mengungkapkan bahwa dirinya mengalami gatal pada kepala dan pusing ketika berada di tengah kondisi berasap. Pengalaman itu menggambarkan risiko paparan asap yang dapat dialami orang-orang di lokasi kebakaran.
Keluhan tersebut juga menjadi pengingat bahwa asap karhutla dapat mengganggu kesehatan. Petugas maupun relawan perlu menggunakan perlindungan yang sesuai dan mengikuti arahan tim penanganan agar tidak membahayakan diri sendiri.
Aksi Riyuka tidak hanya menarik perhatian terhadap kebakaran yang terjadi, tetapi juga menyoroti kebutuhan dukungan bagi warga dan relawan yang menghadapi situasi tersebut.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.