Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Songpyeon Red Ginger Antar Livia dan Claudia Menang Kompetisi Dessert Korea-Indonesia

Yuwantoro Winduajie , Jurnalis-Selasa, 20 Oktober 2026 |08:05 WIB
Songpyeon Red Ginger Antar Livia dan Claudia Menang Kompetisi Dessert Korea-Indonesia
Livia Putri Budiana dan Claudia Maria Atmadjaja menjadi pemenang dalam kompetisi Sweet Connection. (Foto: dok Yuwantoro Winduajie/Okezone)
A
A
A

JAKARTA - Perpaduan kue beras khas Korea dengan wedang ronde khas Indonesia melahirkan kreasi dessert bernama songpyeon red ginger. Kreasi tersebut mengantarkan Livia Putri Budiana dan Claudia Maria Atmadjaja menjadi pemenang dalam kompetisi Sweet Connection: Korea-Indonesia Collaborated Dessert Contest yang digelar Kedutaan Besar Republik Korea.

Seperti diketahui, ajang tersebut memasuki babak final pada Sabtu (17/10/2026) dengan diikuti 10 finalis yang berkreasi memadukan cita rasa kuliner Korea dan Indonesia.

Penyerahan hadiah dan pengumuman pemenang berlangsung di Lotte Mall Jakarta, Senin (19/10/2026). Dalam kompetisi tersebut, peserta ditantang menciptakan hidangan penutup kreatif yang memadukan cita rasa kuliner Korea dan Indonesia.

Pemenang kompetisi Sweet Connection. (Foto: dok Yuwantoro Winduajie/Okezone)
Pemenang kompetisi Sweet Connection. (Foto: dok Yuwantoro Winduajie/Okezone)

Livia menjelaskan, kreasi mereka menggabungkan songpyeon, kue beras khas Korea, dengan wedang ronde yang dikenal sebagai minuman tradisional Indonesia.

"Jadi si songpyeonnya itu sebagai mochi di wedang rondenya. Terus kita pakai kuah dari gingernya juga ya," katanya.

Livia mengaku tidak menyangka dirinya bersama Claudia bisa memenangkan kompetisi tersebut. Keduanya bahkan sempat mengira akan pulang tanpa membawa kemenangan.

"Jujur kita ini berdua deg-degan banget ya. Soalnya kita nggak nyangka kita bisa menang. Kita kayak, 'Aduh udah mau pulang.' Ternyata, wow, dapet juga ternyata," ujarnya.

Keduanya juga mengaku terkejut saat mengetahui hadiah yang diperoleh berupa tiket perjalanan pulang-pergi ke Korea.

"Wah, itu shocking banget sih, Kak, gitu. Kita juga bingung nih, 'Wah, PP nih. Keren banget,' gitu hadiahnya," tutur Livia.

Di balik kreasi tersebut, Livia dan Claudia menjalani proses eksperimen selama tujuh hari berturut-turut untuk menemukan perpaduan yang sesuai.

Claudia menambahkan, proses tersebut dilakukan melalui berbagai percobaan atau trial and error. Livia berharap kompetisi serupa dapat kembali digelar agar kolaborasi kuliner Korea dan Indonesia terus berkembang.

"Untuk harapannya semoga kita bisa terus berkolaborasi ya, dessert Korea dan dessert Indonesia. Terus bisa mengadakan kontes-kontes seperti ini lagi, biar kerja samanya makin maju juga," ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Diplomasi Publik Kedutaan Besar Republik Korea, Kang Won Joon, mengatakan kompetisi tersebut telah dipersiapkan sejak hampir tiga bulan sebelum penyelenggaraan.

Menurut  Kang Won Joon, kegiatan itu menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan kebudayaan Korea kepada masyarakat Indonesia sekaligus membangun harmoni melalui kuliner kedua negara. Ia menilai kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam mendekatkan kedua negara melalui kreasi dessert yang memadukan cita rasa Korea dan Indonesia.

"Kita hari ini mengajak mereka untuk berikan penghargaan kepada yang sudah menunjukkan budaya kuliner membuat harmoni antara rasa kedua negara," katanya.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement