Dr. Rupy menyarankan untuk berhenti sejenak ketika keinginan makan manis muncul, lalu mengajukan pertanyaan kepada diri sendiri, “apakah saya benar-benar lapar, haus atau sedang ingin memperbaiki suasana hati?”
Dengan mengenali penyebabnya, seseorang bisa menentukan respons yang lebih sesuai. Jika lapar, misalnya, pilih makanan yang mengenyangkan dan mengandung protein serta serat. Jika haus, cobalah minum air putih terlebih dahulu.
Cara lain untuk mengurangi konsumsi gula adalah lebih teliti saat berbelanja bahan makanan. Menurut dr. Rupy, banyak keputusan terkait konsumsi gula justru dimulai ketika seseorang memilih produk di supermarket.
Perhatikan bagian informasi nilai gizi pada kemasan, khususnya keterangan jumlah gula per 100 gram. Jangan hanya mengandalkan klaim seperti sehat, alami, atau mengandung gandum utuh karena klaim tersebut tidak selalu berarti produk memiliki kandungan gula rendah.
Namun, perlu diingat bahwa angka pada label menunjukkan total gula, yang bisa mencakup gula alami maupun gula tambahan. Karena itu, kandungan gula perlu dinilai bersama komposisi bahan dan jenis makanannya.