Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mitos atau Fakta: Bayi di Bawah 1 Tahun Tidak Boleh Diberi Madu meski Asli?

Djanti Virantika , Jurnalis-Minggu, 18 Oktober 2026 |08:05 WIB
Mitos atau Fakta: Bayi di Bawah 1 Tahun Tidak Boleh Diberi Madu meski Asli?
Madu. (Foto: Freepik)
A
A
A

MADU dikenal sebagai bahan alami yang memiliki beragam manfaat bagi kesehatan. Tak sedikit orangtua yang percaya bahwa memberikan sedikit madu kepada bayi dapat membantu membersihkan tenggorokan, membuat suara lebih bagus, hingga menjaga kesehatan tubuh.

Namun, benarkah madu aman diberikan kepada bayi, terutama yang berusia di bawah 6 bulan? Ataukah hal itu hanya mitos semata?

1. Madu Tidak Boleh Diberikan kepada Bayi di Bawah 1 Tahun

Faktanya, bayi berusia di bawah 1 tahun tidak boleh diberikan madu, meskipun madu tersebut asli dan berasal langsung dari peternak lebah. Larangan ini bukan sekadar mitos, melainkan berkaitan dengan risiko gangguan kesehatan serius yang disebut infant botulism.

Dokter spesialis anak, dr. Atika Nurmalitasari, Sp.A, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone mengatakan bahwa madu dapat mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang berisiko menyebabkan penyakit tersebut pada bayi.

Anggapan bahwa madu aman untuk bayi selama diberikan dalam jumlah sedikit masih sering ditemukan di masyarakat. Bahkan, ada orang tua yang memberikannya dengan tujuan menjaga kesehatan tenggorokan atau memperbaiki kualitas suara bayi.

Padahal, madu tidak direkomendasikan untuk bayi yang belum berusia 12 bulan. Risikonya tidak bergantung pada apakah madu tersebut merupakan madu kemasan, madu organik, atau madu murni yang diambil langsung dari sarangnya.

Madu asli sekalipun dapat mengandung spora Clostridium botulinum yang tidak selalu dapat diketahui hanya dari penampilan atau kualitasnya. Karena itu, orangtua sebaiknya tidak memberikan madu dalam bentuk apa pun kepada bayi sebelum berusia 1 tahun, termasuk mencampurkannya ke dalam air minum, makanan, atau ramuan tradisional.

“Anak berusia di bawah 1 tahun tidak boleh diberikan madu. Kenapa? Karena madu dapat mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang bisa menyebabkan infant botulism atau botulisme pada bayi,” ujar dr. Atika.

“Kondisi ini dapat mengganggu sistem saraf dan menyebabkan kelemahan otot, bahkan gangguan pernapasan jika terjadi pada bayi berusia di bawah 1 tahun,” lanjutnya.

2. Mengapa Madu Bisa Berbahaya bagi Bayi?

Bahaya pemberian madu pada bayi berkaitan dengan kondisi sistem pencernaan mereka yang masih berkembang. Spora Clostridium botulinum yang masuk ke saluran pencernaan bayi dapat berkembang dan menghasilkan racun botulinum.

Racun ini menyerang sistem saraf dan mengganggu kemampuan saraf dalam mengendalikan otot. Kondisi tersebut dikenal sebagai infant botulism atau botulisme pada bayi.

Gejalanya dapat meliputi sembelit, kesulitan menyusu, tangisan yang melemah, kelopak mata terkulai, tubuh lemas, serta penurunan kemampuan mengendalikan otot. Dalam kondisi berat, penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan hingga gangguan pernapasan.

Botulisme pada bayi merupakan kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Oleh karena itu, orang tua perlu menghindari pemberian madu sebelum anak berusia 12 bulan.

“Untuk bayi berusia di bawah 6 bulan, asupan utamanya adalah ASI atau susu formula yang sesuai. Sementara itu, pemberian madu memang tidak dianjurkan untuk anak berusia di bawah 1 tahun,” jelas dr. Atika.

“Kenapa? Karena madu dapat mengandung spora Clostridium botulinum yang berisiko menyebabkan gangguan saraf hingga kelumpuhan pada bayi,” lanjutnya.

“Jadi, meskipun madu dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan, bukan berarti madu aman diberikan kepada semua kelompok usia. Madu baru boleh diberikan setelah anak berusia 1 tahun,” sambungnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement