Saat menyiram anggrek, pastikan air membasahi media tanam dan mencapai bagian akar. Setelah itu, biarkan kelebihan air mengalir keluar melalui lubang drainase sebelum pot dikembalikan ke tempatnya.
Gunakan air bersuhu ruang dan hindari membiarkan akar terendam air dalam waktu lama. Es batu juga sebaiknya tidak digunakan sebagai pengganti penyiraman, karena anggrek tropis lebih cocok mendapatkan air dengan suhu yang tidak terlalu dingin.
Jika anggrek diletakkan di dalam ruangan, perhatikan juga kondisi cahaya dan kelembapan di sekitarnya. Letakkan tanaman di tempat yang mendapat cahaya terang tidak langsung agar pertumbuhannya tetap optimal.
Jadi, kunci merawat anggrek bukan sekadar menyiramnya secara rutin, melainkan memahami kebutuhan air tanaman berdasarkan kondisi media tanam dan lingkungannya. Dengan penyiraman yang tepat serta drainase yang baik, anggrek berpeluang tumbuh lebih sehat dan mempertahankan keindahan bunganya lebih lama.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.