JAKARTA - Anggrek selalu jadi tanaman hias yang digemari, karena bunganya cantik dan bisa memperindah ruangan. Namun, agar anggrek tetap tumbuh sehat dan berbunga dengan baik, pemiliknya perlu memahami cara merawat tanaman ini, termasuk menentukan waktu penyiraman yang tepat.
Menyiram anggrek memang terlihat sederhana. Meski begitu, terlalu banyak memberikan air justru bisa membuat tanaman kesayangan ini mengalami masalah, bahkan mati akibat akarnya membusuk.
Melansir Southern Living, anggrek umumnya tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering. Frekuensinya bisa berkisar satu hingga dua minggu sekali, tergantung pada kondisi lingkungan dan media tanam yang digunakan.
Suhu, intensitas cahaya, kelembapan udara, serta jenis media tanam menjadi beberapa faktor yang memengaruhi kebutuhan air anggrek. Semakin hangat suhu lingkungan dan semakin banyak cahaya yang diterima, media tanam biasanya akan lebih cepat mengering sehingga tanaman mungkin membutuhkan air lebih sering.
Sebaliknya, anggrek yang berada di lingkungan lembap cenderung membutuhkan penyiraman lebih jarang. Karena itu, pemilik tanaman sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal penyiraman yang tetap.