Selain pupuk anorganik, pupuk organik dapat menjadi pilihan untuk merawat pohon alpukat di pekarangan rumah. Kompos matang dan pupuk kandang yang sudah terurai dengan baik dapat membantu memperbaiki struktur tanah, mendukung aktivitas organisme tanah, serta menyediakan unsur hara secara bertahap.
Media tanam yang baik penting bagi pohon alpukat karena akarnya membutuhkan air sekaligus oksigen. Tanah yang terlalu padat atau terus-menerus tergenang dapat mengganggu kesehatan akar.
Gunakan pupuk organik yang sudah matang dan hindari menumpuknya tepat di pangkal batang. Pupuk dapat diletakkan di permukaan tanah pada area sekitar tajuk, dengan tetap menjaga jarak dari batang.

Kalsium berperan dalam pembentukan dinding sel dan perkembangan jaringan tanaman. Unsur ini juga penting bagi pertumbuhan ujung akar dan jaringan muda.
Pada pohon alpukat yang sedang menghasilkan buah, kecukupan kalsium menjadi salah satu faktor yang dapat mendukung kualitas jaringan buah. Namun, hasilnya dipengaruhi pula oleh ketersediaan air, kondisi akar, dan keseimbangan unsur hara lainnya.
Sumber kalsium dapat berasal dari bahan pembenah tanah atau pupuk yang memang mengandung kalsium. Pemilihannya perlu mempertimbangkan kondisi tanah karena beberapa bahan dapat mengubah pH tanah.
Sebaiknya, jangan menambahkan kapur atau sumber kalsium hanya berdasarkan perkiraan. Pemeriksaan tanah dapat membantu menentukan apakah penambahan kalsium memang diperlukan.
Magnesium merupakan komponen penting klorofil, yaitu pigmen hijau yang membantu tanaman melakukan fotosintesis. Jika kekurangan magnesium, daun dapat menunjukkan gejala menguning di antara tulang daun, terutama pada daun yang lebih tua. Namun, gejala serupa juga bisa disebabkan oleh masalah nutrisi atau kondisi akar lainnya.
Magnesium tersedia dalam beberapa jenis pupuk, termasuk magnesium sulfat. Pemberiannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan tanaman agar tidak mengganggu keseimbangan unsur hara lain.
Jadwal pemupukan pohon alpukat bergantung pada usia tanaman, kondisi pertumbuhan, jenis tanah, dan iklim setempat. Secara umum, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Pertama, pohon muda. Utamakan pembentukan akar dan pertumbuhan daun serta tunas. Gunakan pupuk sesuai ukuran tanaman dan jangan memberikan dosis terlalu tinggi.
Kedua, pohon yang mulai berbunga. Jaga kecukupan unsur hara tanpa mendorong pertumbuhan vegetatif secara berlebihan.
Ketiga, pohon yang sedang berbuah. Perhatikan kebutuhan kalium dan unsur hara lainnya sesuai kondisi tanaman serta hasil pemeriksaan tanah atau daun.
Keempat, pohon dalam pot. Gunakan pupuk sesuai petunjuk produk karena volume media terbatas dan garam pupuk dapat menumpuk jika pemberian berlebihan.
Hindari memupuk tanaman ketika media tanam sangat kering atau ketika akar sedang mengalami gangguan. Pastikan kebutuhan air terpenuhi dan air berlebih dapat mengalir keluar dengan baik.
(Djanti Virantika)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.