Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Cara Merawat Pohon Alpukat agar Tumbuh Sehat dan Menghasilkan Buah

Djanti Virantika , Jurnalis-Sabtu, 10 Oktober 2026 |07:05 WIB
10 Cara Merawat Pohon Alpukat agar Tumbuh Sehat dan Menghasilkan Buah
Pohon alpukat. (Foto: Freepik)
A
A
A

POHON alpukat menjadi salah satu tanaman buah yang banyak diminati untuk ditanam di pekarangan rumah. Selain menghasilkan buah yang lezat dan kaya nutrisi, tanaman ini juga memiliki daun hijau yang dapat membuat halaman terasa lebih asri.

Kabar baiknya, pohon alpukat bisa tumbuh dengan baik di lingkungan rumah asalkan mendapatkan perawatan yang tepat. Meski dikenal cocok tumbuh di daerah tropis, pohon alpukat tetap membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam hal penyiraman, pencahayaan, pemilihan media tanam, dan pemupukan.

Cara Menanam Pohon Alpukat di Rumah, Bisa Dimulai dari Sisa Buah

Kesalahan dalam merawatnya, seperti terlalu sering menyiram atau menggunakan tanah yang sulit mengalirkan air, dapat menghambat pertumbuhan bahkan menyebabkan akar membusuk. Lantas, bagaimana cara merawat pohon alpukat agar tumbuh subur di rumah?

Dilansir dari Martha Stewart, berikut 10 cara merawat pohon alpukat agar hasilkan buah:

1. Pilih Lokasi dengan Sinar Matahari yang Cukup

Sinar matahari merupakan salah satu faktor penting bagi pertumbuhan pohon alpukat. Tanaman ini membutuhkan cahaya yang cukup untuk melakukan fotosintesis, membentuk daun baru, dan mendukung pertumbuhan batang serta akar.

Jika ditanam di pekarangan, pilih lokasi yang mendapatkan sinar matahari langsung selama beberapa jam setiap hari. Pohon alpukat dewasa umumnya tumbuh baik di tempat terbuka dengan paparan sinar matahari yang cukup.

Sementara itu, alpukat yang ditanam di dalam pot sebaiknya diletakkan di area yang terang, seperti teras atau halaman rumah. Jika bibit masih kecil dan sebelumnya tumbuh di tempat teduh, biasakan tanaman dengan sinar matahari langsung secara bertahap agar daunnya tidak mengalami stres.

Perhatikan juga kondisi daun. Daun yang tampak pucat dan pertumbuhan yang lambat dapat menandakan kurangnya cahaya, sedangkan daun yang mengering atau berwarna cokelat setelah terkena panas terik secara mendadak bisa menunjukkan kerusakan akibat paparan matahari atau faktor lain.

2. Gunakan Media Tanam yang Gembur dan Tidak Becek

Pohon alpukat menyukai media tanam yang kaya bahan organik, memiliki aerasi baik, dan mampu mengalirkan kelebihan air. Akar alpukat cukup sensitif terhadap kondisi tanah yang terlalu basah, sehingga drainase perlu menjadi perhatian utama.

Untuk tanaman dalam pot, Anda dapat menggunakan campuran tanah gembur, kompos matang, dan sekam bakar atau bahan berpori lainnya. Campuran ini membantu menjaga keseimbangan antara kelembapan dan sirkulasi udara di sekitar akar.

Pastikan pot memiliki lubang drainase di bagian bawah agar air tidak menggenang. Pilih ukuran pot yang sesuai dengan perkembangan tanaman dan tingkatkan ukurannya secara bertahap ketika akar mulai memenuhi ruang tanam.

Jika menanam alpukat langsung di pekarangan, pilih tanah yang tidak mudah tergenang setelah hujan. Pada lahan yang cenderung becek, penanaman di atas gundukan tanah dapat membantu mengurangi risiko akar terendam terlalu lama.

Selain itu, hindari menumpuk tanah atau mulsa terlalu rapat pada pangkal batang karena kelembapan berlebih di area tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada batang dan akar.

3. Siram Tanaman Secara Teratur, tetapi Jangan Berlebihan

Penyiraman menjadi salah satu aspek penting dalam merawat pohon alpukat. Tanaman ini membutuhkan air untuk mendukung pertumbuhan, tetapi terlalu banyak air justru dapat menimbulkan masalah.

Cara terbaik adalah memeriksa kondisi tanah sebelum menyiram. Jika lapisan atas media mulai mengering, siram secara merata hingga air membasahi area akar. Pada tanaman dalam pot, biarkan kelebihan air keluar melalui lubang drainase.

Frekuensi penyiraman dapat berbeda-beda, tergantung ukuran tanaman, jenis media tanam, cuaca, dan lokasi penanaman. Saat musim kemarau, tanaman mungkin membutuhkan air lebih sering. Sebaliknya, ketika musim hujan tiba, penyiraman perlu dikurangi sesuai kelembapan tanah.

Bibit alpukat yang masih muda umumnya membutuhkan pemantauan lebih sering karena sistem perakarannya belum berkembang sempurna. Namun, bukan berarti tanah harus selalu basah.

Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah menyiram tanaman setiap hari tanpa memeriksa kondisi media. Tanah yang terus-menerus basah dapat mengurangi oksigen di sekitar akar dan meningkatkan risiko busuk akar.

4. Berikan Pupuk Sesuai Kebutuhan Tanaman

Agar tumbuh subur, pohon alpukat membutuhkan unsur hara yang cukup. Nutrisi tersebut membantu perkembangan akar, pertumbuhan daun, pembentukan batang, dan pada akhirnya mendukung proses pembungaan serta pembuahan.

Kompos matang dapat digunakan untuk membantu memperbaiki struktur tanah dan menambah bahan organik. Selain itu, pupuk khusus tanaman buah atau pupuk majemuk dapat diberikan sesuai umur dan kondisi tanaman.

Untuk bibit muda, gunakan pupuk dalam jumlah kecil sesuai petunjuk pada kemasan. Hindari memberikan pupuk terlalu dekat dengan batang atau menaburkannya secara berlebihan karena konsentrasi pupuk yang tinggi dapat merusak akar.

Pada pohon yang sudah tumbuh besar, kebutuhan pupuk perlu disesuaikan dengan ukuran tajuk, kondisi tanah, dan pertumbuhan tanaman. Pupuk yang mengandung nitrogen mendukung pertumbuhan daun dan batang, tetapi pemberian nitrogen berlebihan dapat mendorong pertumbuhan vegetatif tanpa selalu meningkatkan produksi buah.

Jika daun menguning atau pertumbuhan melambat, jangan langsung menambahkan banyak pupuk. Periksa terlebih dahulu kondisi akar, drainase, kelembapan tanah, dan kemungkinan gangguan hama agar penyebab masalah dapat diketahui dengan lebih tepat.

5. Lakukan Pemangkasan Secara Berkala

Pemangkasan membantu menjaga bentuk pohon alpukat, menghilangkan cabang yang rusak, dan mendukung sirkulasi udara di antara ranting serta daun.

Anda dapat memangkas cabang yang mati, patah, sakit, atau tumbuh saling bertumpuk. Gunakan alat pemangkas yang tajam dan bersih untuk mengurangi risiko kerusakan jaringan tanaman.

Untuk pohon alpukat yang ditanam di pekarangan rumah, pemangkasan ringan juga dapat membantu menjaga tinggi dan lebar tajuk agar lebih mudah dirawat. Namun, hindari memangkas terlalu banyak cabang sekaligus karena tindakan tersebut dapat menghambat pertumbuhan dan mengurangi area daun yang dibutuhkan untuk fotosintesis.

Pilih waktu ketika kondisi cuaca mendukung dan hindari pemangkasan berat saat tanaman sedang mengalami stres akibat kekeringan, genangan, atau gangguan kesehatan.

Jika pohon sudah mulai menghasilkan buah, lakukan pemangkasan dengan lebih hati-hati agar tidak menghilangkan terlalu banyak cabang produktif.

 

6. Jaga Kelembapan Tanah saat Musim Kemarau

Kapan Waktu Terbaik Makan Alpukat? Ini Manfaatnya bagi Tubuh

Cuaca panas dapat membuat tanah lebih cepat kehilangan kelembapan. Jika kekurangan air berlangsung terlalu lama, pohon alpukat dapat mengalami layu, pertumbuhan terhambat, dan kerusakan pada daun.

Salah satu cara membantu menjaga kelembapan tanah adalah menggunakan mulsa organik, seperti daun kering atau serpihan kulit kayu. Sebarkan mulsa di permukaan tanah di sekitar tanaman, tetapi jangan menempelkannya langsung pada batang.

Mulsa membantu mengurangi penguapan air, menjaga suhu tanah lebih stabil, dan menekan pertumbuhan gulma. Pada tanaman dalam pot, Anda juga perlu memastikan pot tidak terlalu kecil sehingga media tanam cepat mengering.

Meskipun demikian, menjaga kelembapan bukan berarti membuat tanah terus basah. Periksa kondisi tanah secara berkala dan pastikan air tetap dapat mengalir dengan baik.

7. Lindungi Pohon Alpukat dari Hama dan Penyakit

Pohon alpukat dapat terserang berbagai hama, seperti tungau, ulat, kutu, dan trips. Serangan hama dapat menyebabkan daun berlubang, berubah warna, menggulung, atau mengalami kerusakan pada pucuk muda.

Untuk mencegah serangan yang semakin parah, periksa daun, batang, dan ranting secara berkala. Perhatikan pula bagian bawah daun karena beberapa jenis hama bersembunyi di area tersebut.

Jika ditemukan hama dalam jumlah sedikit, singkirkan secara manual atau pangkas bagian tanaman yang terserang apabila diperlukan. Untuk serangan yang lebih berat, gunakan metode pengendalian yang sesuai dengan jenis hama dan ikuti petunjuk produk secara cermat.

Selain hama, busuk akar merupakan masalah yang perlu diwaspadai. Gejalanya dapat berupa daun menguning, tanaman tampak layu, dan pertumbuhan yang semakin lambat. Kondisi ini sering berkaitan dengan drainase buruk dan media yang terlalu basah, meskipun penyebab lain juga mungkin terjadi.

Pencegahan terbaik adalah menjaga tanah tetap memiliki aerasi baik, menghindari genangan, dan tidak menyiram secara berlebihan.

8. Sesuaikan Perawatan dengan Musim Hujan dan Kemarau

Di Indonesia, pergantian musim dapat memengaruhi kebutuhan perawatan pohon alpukat. Pada musim hujan, perhatian utama adalah mencegah genangan air, terutama jika tanaman ditanam di tanah yang berat atau di dalam pot dengan drainase kurang baik.

Periksa saluran pembuangan air dan pastikan pot tidak diletakkan di wadah yang menampung air terlalu lama. Jika hujan berlangsung terus-menerus, penyiraman tambahan biasanya tidak diperlukan selama media masih lembap.

Sebaliknya, pada musim kemarau, perhatikan kelembapan tanah dan kondisi daun. Penyiraman mungkin perlu ditingkatkan, khususnya pada tanaman muda dan tanaman dalam pot yang lebih cepat kehilangan air.

Hindari pula memberikan pupuk dalam jumlah besar ketika tanaman sedang mengalami stres berat akibat kekeringan. Pastikan kebutuhan air terpenuhi dan kondisi tanaman kembali stabil sebelum melakukan pemupukan intensif.

9. Perhatikan Ukuran Pot dan Perkembangan Akar

Jika pohon alpukat ditanam di dalam pot, ruang tumbuh akar menjadi faktor penting. Pot yang terlalu kecil dapat membatasi perkembangan akar dan membuat media tanam lebih cepat kering.

Pindahkan tanaman ke pot yang lebih besar ketika akar mulai memenuhi media atau keluar melalui lubang drainase. Pilih pot dengan lubang pembuangan air yang memadai dan gunakan media tanam baru yang gembur.

Hindari langsung menggunakan pot yang terlalu besar tanpa mempertimbangkan kondisi media. Volume media yang berlebihan dibandingkan ukuran akar dapat bertahan terlalu basah jika drainasenya kurang baik.

Perlu diketahui bahwa pohon alpukat dari biji dapat tumbuh cukup besar. Jika tujuan Anda adalah memelihara pohon yang berpotensi menghasilkan buah, penanaman di tanah langsung biasanya memberikan ruang lebih luas bagi perkembangan akar dan tajuk.

10. Pilih Bibit yang Tepat jika Ingin Cepat Berbuah

Merawat pohon alpukat hingga tumbuh subur merupakan langkah awal. Namun, jika tujuan utama Anda adalah memanen buah, pemilihan bibit juga sangat menentukan.

Pohon yang tumbuh dari biji membutuhkan waktu cukup lama untuk berbuah, sering kali lima tahun atau lebih. Selain itu, kualitas buahnya tidak selalu sama dengan buah yang menjadi sumber biji.

Sebagai alternatif, Anda dapat memilih bibit alpukat hasil sambung dari varietas unggul yang cocok dengan kondisi lingkungan setempat. Bibit vegetatif seperti ini umumnya lebih dapat diprediksi dalam hal karakteristik buah dan berpotensi berbuah lebih cepat daripada tanaman dari biji, meskipun waktu panen tetap dipengaruhi oleh perawatan dan kondisi lingkungan.

Pastikan membeli bibit dari penjual tepercaya dan tanyakan varietas, asal bibit, serta kesesuaiannya dengan lokasi penanaman.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement