PARENTS, berapa kali si kecil diberi screen time agar mereka mau makan? Apalagi kalau anak sering gerakan tutup mulut (GTM) dan mudah terdistraksi.
Tapi, ternyata kebiasaan tersebut sebaiknya tidak dilakukan terus-menerus, lho. Apoteker, apt. David Wijaya, mengingatkan bahwa makan sambil diberi screen time bisa berdampak pada pola makan anak dalam jangka panjang.

Dikutip dari unggahan media sosial apt. David pada Rabu (7/10/2026), studi ilmiah menemukan bahwa anak yang terbiasa screen meal cenderung memiliki kualitas pola makan yang kurang sehat. Anak juga cenderung memilih makanan dengan kandungan gula dan lemak lebih tinggi serta lebih sedikit konsumsi buah dan sayur.
Saat makan, perhatian anak seharusnya tertuju pada makanan yang sedang dikonsumsi. Namun, ketika perhatian terbagi dengan tontonan di layar, pengalaman makan dapat menjadi kurang disadari.
Apt. David menjelaskan bahwa kondisi ini dapat membuat otak anak kurang optimal dalam “mencatat” pengalaman makan dengan baik, yang kemudian mengganggu kemampuan mengenali sinyal kenyang. Akibatnya, anak jadi lebih sulit mengatur porsi makannya di kemudian hari.
Kebiasaan screen meal yang dilakukan terus-menerus juga berkaitan dengan pola makan yang kurang baik. Jika berlangsung dalam jangka panjang, pola tersebut dapat ikut berkontribusi terhadap meningkatnya risiko berat badan berlebih.
Meski begitu, bukan berarti anak yang sesekali screen meal akan langsung mengalami masalah kesehatan. Namun, jangan jadikan ini sebagai kebiasaan yang dilakukan hampir setiap kali anak makan.