Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Berapa Lama Waktu Berjemur untuk Mendapatkan Vitamin D Tanpa Merusak Kulit?

Nurrizka Nasywa Tsabitah , Jurnalis-Rabu, 07 Oktober 2026 |08:05 WIB
Berapa Lama Waktu Berjemur untuk Mendapatkan Vitamin D Tanpa Merusak Kulit?
Berapa lama waktu berjemur? (Foto: Freepik)
A
A
A

SINAR matahari diketahui salah satu sumber vitamin D yang penting bagi tubuh. Banyak orang yang sengaja meluangkan waktu untuk berjemur di pagi atau siang hari.

Namun, bukan berarti semakin lama berjemur, semakin banyak vitamin D yang didapat. Terlalu lama di bawah sinar matahari justru bisa meningkatkan risiko kerusakan kulit. Jadi, sebenarnya berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari?

berjemur

1. Tidak Ada Durasi yang Cocok untuk Semua Orang

Ketika sinar ultraviolet (UV) dari matahari mengenai kulit, tubuh akan memicu proses produksi vitamin D. Vitamin ini berperan dalam menjaga kesehatan tulang, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan.

Menurut penelitian yang dikutip dari Health, sebagian besar orang bisa mendapatkan vitamin D yang cukup dengan paparan sinar matahari pada lengan dan kaki, sekitar 5–30 menit beberapa kali dalam seminggu.

Meskipun angka 5–30 menit dapat menjadi gambaran umum, kebutuhan setiap orang sebenarnya berbeda. Dokter kulit bersertifikat di Mitchell Dermatology, Hope Mitchell, mengatakan tidak ada durasi paparan sinar matahari yang "sempurna" dan berlaku untuk semua orang. Produksi vitamin D dari sinar matahari dapat dipengaruhi oleh warna kulit, lokasi tempat tinggal, musim, hingga waktu dalam sehari.

2. Kapan Sinar Matahari Jadi Berbahaya?

Paparan sinar matahari dalam jumlah terbatas mungkin membantu produksi vitamin D. Namun, terlalu banyak paparan UV dapat memberikan dampak buruk bagi kulit.

American Academy of Dermatology (AAD) menyatakan tidak ada tingkat paparan UV yang benar-benar aman. Jadi, kebutuhan vitamin D juga harus dipenuhi melalui makanan dan suplemen.

Sementara itu, dokter kulit bersertifikat, Shamsa Kanwal, mengatakan paparan sinar matahari mulai berbahaya ketika intensitasnya cukup tinggi hingga menyebabkan kulit menjadi kecokelatan atau terbakar.

 

3. Tips Beraktivitas di Luar Ruangan Tanpa Merusak Kulit

bayi berjemur

Pertama, gunakan sunscreen broad-spectrum dengan SPF 30 atau lebih setiap hari. Reapply sunscreen setiap dua jam sekali ketika berada di luar ruangan, atau lebih cepat apabila berkeringat dan sedang berenang.

Kedua, gunakan pakaian yang dapat membantu melindungi kulit dari sinar UV. Kenakan topi bertepi lebar dan kacamata hitam.

Ketiga, cari tempat teduh, terutama ketika berada di luar ruangan pada jam dengan paparan matahari yang tinggi. Jika berada di pantai, gunakan payung atau tenda sebagai perlindungan tambahan.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement