SINAR matahari diketahui salah satu sumber vitamin D yang penting bagi tubuh. Banyak orang yang sengaja meluangkan waktu untuk berjemur di pagi atau siang hari.
Namun, bukan berarti semakin lama berjemur, semakin banyak vitamin D yang didapat. Terlalu lama di bawah sinar matahari justru bisa meningkatkan risiko kerusakan kulit. Jadi, sebenarnya berapa lama waktu yang dibutuhkan tubuh untuk mendapatkan vitamin D dari paparan sinar matahari?

Ketika sinar ultraviolet (UV) dari matahari mengenai kulit, tubuh akan memicu proses produksi vitamin D. Vitamin ini berperan dalam menjaga kesehatan tulang, mendukung sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan secara keseluruhan.
Menurut penelitian yang dikutip dari Health, sebagian besar orang bisa mendapatkan vitamin D yang cukup dengan paparan sinar matahari pada lengan dan kaki, sekitar 5–30 menit beberapa kali dalam seminggu.
Meskipun angka 5–30 menit dapat menjadi gambaran umum, kebutuhan setiap orang sebenarnya berbeda. Dokter kulit bersertifikat di Mitchell Dermatology, Hope Mitchell, mengatakan tidak ada durasi paparan sinar matahari yang "sempurna" dan berlaku untuk semua orang. Produksi vitamin D dari sinar matahari dapat dipengaruhi oleh warna kulit, lokasi tempat tinggal, musim, hingga waktu dalam sehari.
Paparan sinar matahari dalam jumlah terbatas mungkin membantu produksi vitamin D. Namun, terlalu banyak paparan UV dapat memberikan dampak buruk bagi kulit.
American Academy of Dermatology (AAD) menyatakan tidak ada tingkat paparan UV yang benar-benar aman. Jadi, kebutuhan vitamin D juga harus dipenuhi melalui makanan dan suplemen.
Sementara itu, dokter kulit bersertifikat, Shamsa Kanwal, mengatakan paparan sinar matahari mulai berbahaya ketika intensitasnya cukup tinggi hingga menyebabkan kulit menjadi kecokelatan atau terbakar.