Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

8 Tanaman Hias yang Bisa Jaga Kualitas Udara di Rumah

Agustina Wulandari , Jurnalis-Minggu, 27 September 2026 |14:05 WIB
8 Tanaman Hias yang Bisa Jaga Kualitas Udara di Rumah
Ilustrasi tanaman hias. (Foto: dok Magnific)
A
A
A

JAKARTA - Tanaman hias biasanya dipilih untuk jadi dekorasi ruangan. Namun, beberapa jenis tanaman juga disebut mampu menjaga kualitas udara di dalam rumah.

Melansir Southern Living, sebuah penelitian NASA pada 1989 menemukan bahwa tanaman dalam ruangan bisa menyerap sejumlah senyawa organik volatil atau volatile organic compounds (VOC), seperti benzena, trikloroetilen, dan formaldehida dalam ruang tertutup.

Lalu, tanaman apa saja yang bisa dipilih untuk menghijaukan rumah sekaligus bisa menciptakan suasana yang lebih segar?

Tanaman Hias yang Bisa Jaga Kualitas Udara di Rumah

1. Chinese evergreen

Chinese evergreen atau aglaonema cocok untuk ruangan yang tak mendapatkan banyak cahaya. Tanaman ini lebih menyukai cahaya yang tersaring atau tidak langsung.

Tanaman ini juga menyukai kelembapan tinggi, sehingga bisa menjadi pilihan untuk diletakkan di kamar mandi. Namun, pastikan media tanam memiliki drainase yang baik agar akar tak mudah membusuk.

Ciri khas tanaman ini, daunnya berbentuk memanjang dengan berbagai corak warna, mulai dari hijau, putih, perak, merah, hingga merah muda. 

2. Lidah mertua

Tanaman lidah mertua. (Foto: dok fabian stroobants/Pexels)
Tanaman lidah mertua. (Foto: dok fabian stroobants/Pexels)

Lidah mertua atau snake plant merupakan salah satu tanaman hias yang cukup mudah dirawat. Daunnya tumbuh tegak dengan bentuk seperti pedang dan memiliki beragam warna serta corak.

Tanaman ini bisa ditempatkan di area dengan cahaya terang tidak langsung selama sekitar enam hingga delapan jam. Namun, lidah mertua juga masih bisa bertahan di ruangan dengan cahaya rendah.

Karena termasuk sukulen, tanaman ini tak perlu terlalu sering disiram. Sebaiknya biarkan media tanam mengering terlebih dahulu sebelum kembali menyiramnya. Media tanam yang cepat mengalirkan air juga membantu mencegah akar terlalu basah dan membusuk. 

3. Ficus

Tanaman Ficus. (Foto: dok Pinterest)
Tanaman Ficus. (Foto: dok Pinterest)

Ficus memiliki banyak jenis, termasuk fiddle leaf fig yang cukup populer. Tanaman ini suka cahaya terang tak langsung dan media tanam yang memiliki drainase baik.

Ficus juga tak masalah jika akarnya sedikit memenuhi pot. Karena itu, tanaman tidak perlu sering dipindahkan ke pot yang lebih besar. Pemindahan bisa dilakukan ketika pertumbuhannya mulai melambat atau akar terlihat melingkari bagian dalam pot.

Jangan lupa membersihkan daun secara rutin. Debu yang menumpuk bisa menghalangi cahaya yang dibutuhkan tanaman. 

4. Peace lily

Peace lily. (Foto: dok Pinterest)
Peace lily. (Foto: dok Pinterest)

Peace lily dikenal dengan daunnya yang hijau mengilap dan bunga putih yang mencolok. Tanaman ini termasuk mudah dirawat selama kebutuhan dasarnya terpenuhi.

Letakkan peace lily di tempat yang mendapat cahaya tidak langsung dan tidak terlalu kuat. Tanaman ini juga menyukai media tanam yang lembap serta membutuhkan pemupukan sesekali.

Jika ada daun yang mulai menguning atau bunga yang sudah layu, bagian tersebut dapat dipangkas agar tanaman tetap terlihat rapi. 

5. Lidah buaya

Lidah buaya juga bisa jadi pilihan untuk diletakkan di dalam rumah. Selain disebut mampu mengurangi sejumlah polutan di udara, tanaman ini memiliki gel pada daunnya yang secara tradisional digunakan untuk menenangkan kulit akibat luka bakar ringan dan sengatan matahari.

Sebagai tanaman sukulen, lidah buaya menyimpan air di daunnya, sehingga mampu bertahan dalam kondisi yang relatif kering.

Letakkan pot di dekat jendela yang mendapat banyak sinar matahari. Pot juga dapat diputar sesekali agar semua bagian tanaman mendapatkan cahaya secara lebih merata. 

6. English ivy

Tanaman english ivy. (Foto: dok Pinterest)
Tanaman english ivy. (Foto: dok Pinterest)

English ivy punya batang yang menjuntai, sehingga cocok ditempatkan di atas meja, rak, atau pot gantung. Tanaman ini tak terlalu butuh cahaya terang untuk tumbuh dengan baik.

Jika sulurnya sudah terlalu panjang, tanaman bisa dipangkas untuk mempertahankan bentuknya. Untuk penyiraman, tunggu sampai bagian atas media tanam mengering sekitar 2,5–5 sentimeter sebelum disiram kembali. Umumnya, penyiraman dapat dilakukan setiap satu hingga dua minggu, tergantung kondisi tanaman dan lingkungan. 

7. Sirih gading

Sirih gading atau golden pothos dikenal sebagai tanaman yang mudah dirawat dan tumbuh cukup cepat. Sulurnya yang panjang dapat dibiarkan menjuntai dari pot gantung atau rak.

Tanaman ini juga cukup toleran terhadap cahaya rendah dan tak terlalu bermasalah jika sesekali lupa disiram. Karena perawatannya relatif sederhana, sirih gading cocok untuk orang yang baru mulai mengoleksi tanaman hias.

Tidak heran jika tanaman ini menjadi salah satu pilihan yang cukup populer untuk menghijaukan rumah. 

8. Peperomia

Tanaman Peperomia. (Foto: dok Pinterest)
Tanaman Peperomia. (Foto: dok Pinterest)

Peperomia memiliki ukuran yang relatif kecil, sehingga cocok untuk ruangan dengan area terbatas. Tanaman ini memang tak dianggap seefektif tanaman berdaun besar saat membersihkan udara, tetapi tetap bisa menjadi pilihan untuk menambah tanaman hijau di rumah.

Peperomia termasuk tanaman yang mudah dirawat. Tanaman ini dapat tumbuh dalam cahaya rendah dan tidak membutuhkan penyiraman terlalu sering.

Pertumbuhannya juga cenderung lambat, sehingga tak perlu sering dipindahkan ke pot baru. Biasanya, pemindahan pot cukup dilakukan setiap dua hingga empat tahun. Daunnya hadir dalam berbagai bentuk, tekstur, corak, dan warna, termasuk hijau, merah, dan perak.

(Agustina Wulandari )

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement