Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Benarkah Selaput Dara Bisa Robek karena Olahraga Berat atau Kecelakaan?

Djanti Virantika , Jurnalis-Rabu, 23 September 2026 |23:05 WIB
Benarkah Selaput Dara Bisa Robek karena Olahraga Berat atau Kecelakaan?
Perempuan. (Foto: Freepik)
A
A
A

BANYAK anggapan yang beredar di masyarakat terkait himen atau “selaput dara”. Salah satunya soal selaput dara dapat menjadi penanda apakah seorang perempuan pernah melakukan hubungan seksual

Padahal, secara medis, anggapan tersebut tidak tepat. Himen merupakan jaringan tipis dan elastis yang berada di sekitar sebagian bukaan vagina.

Bentuk, ketebalan, dan elastisitasnya berbeda-beda pada setiap orang. Karena karakteristiknya yang beragam, kondisi himen juga dapat berbeda sejak seseorang lahir.

Selain itu, ada juga anggapan bahwa selaput dara bisa robek karena olahraga atau kecelakaan. Lantas, apakah ini benar adanya atau hanya mitos semata?

1. Himen Bisa Mengalami Cedera

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Columbia Asia BSD, dr. Fadhilah Akhdasari, Sp.OG, di acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone menjelaskan bahwa himen dapat mengalami peregangan, perubahan, atau cedera akibat berbagai hal. Aktivitas non-seksual tertentu, terutama yang menyebabkan benturan atau tekanan pada area genital, dapat menyebabkan jaringan tersebut mengalami luka.

Misalnya, cedera dapat terjadi akibat terjatuh, kecelakaan, atau aktivitas fisik tertentu. Namun, tidak berarti setiap orang yang melakukan olahraga berat akan mengalami robekan pada himen.

Banyak faktor yang memengaruhinya. Salah satunya bentuk dan elastisitas jaringan masing-masing individu. Karena itu, pernyataan bahwa himen hanya dapat berubah atau robek akibat hubungan seksual merupakan mitos.

“Itu benar (selaput dara bisa robek karena aktivitas non-seksual seperti olahraga berat atau kecelakaan,” ujar dr. Dhilah.  

“Jadi memang himen ini selain berbeda-beda bentuknya tiap orang, bisa saja dia karena aktivitas tertentu dia cedera, luka, misalnya olahraga sepeda, atau karena jatuh, kemudian jatuh terduduk, mungkin robek dari situ,” lanjutnya.

 

2. Kondisi Himen Tidak Menentukan Keperawanan

Hal yang tidak kalah penting adalah memahami bahwa kondisi himen tidak dapat digunakan untuk menentukan apakah seseorang pernah melakukan hubungan seksual Himen seseorang dapat mengalami perubahan tanpa adanya aktivitas seksual.

Sebaliknya, seseorang yang pernah melakukan hubungan seksual juga belum tentu mengalami robekan himen yang dapat terlihat. Dengan kata lain, tidak ada pemeriksaan terhadap himen yang dapat secara akurat membuktikan apakah seseorang masih “perawan” atau pernah melakukan hubungan seksual.

“Namun, ini tidak berhubungan dengan keperawanan,” tegasnya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement