Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Dea Felicia, Hairstylist Asal Indonesia yang Tembus New York Fashion Week

Mei Sada Sirait , Jurnalis-Rabu, 23 September 2026 |22:05 WIB
Mengenal Dea Felicia, Hairstylist Asal Indonesia yang Tembus New York Fashion Week
Dea Felicia. (Foto: Instagram)
A
A
A

3. Pindah ke New York

Dea Felicia

Dari berbagai proyek tersebut, Dea mulai menemukan bahwa dunia fashion memberinya ruang untuk bereksperimen. Rambut tidak lagi sekadar soal teknik, tetapi juga menjadi medianya untuk menuangkan kreatifitas.

“Di dunia fashion aku bisa membuat hairstyle yang out of the box menurut aku, yang bisa terinspirasi dari hal-hal apa aja dan enggak ada peraturan dari segi kreatif, bisa sekreatif apa pun,” kata Dea.

Setelah sekitar dua tahun membangun karier di Indonesia, kehidupan Dea kemudian membawanya ke New York pada 2026. Alasan awal kepindahannya sebenarnya berkaitan dengan kehidupan personal.

Suaminya merupakan pria yang lahir dan besar di New York sehingga setelah urusan visa selesai, Dea ikut menetap di sana. Namun, pindah ke New York bukan berarti Dea meninggalkan ambisinya di dunia fashion. Keinginan untuk suatu hari berkarier di luar negeri memang sudah ada dalam pikirannya.

“Sebenarnya it’s always, it’s been always in my mind kayak pengin pindah di luar dan menekuni karier di luar, cuma mungkin memang ini jalannya aku untuk bisa ke sini,” ungkapnya.

Begitu berada di New York, Dea kembali melakukan apa yang pernah ia lakukan ketika membangun karier di Indonesia yaitu mencari koneksi, mengikuti kolaborasi dan memperkenalkan karyanya.

Bedanya, kali ini ia berada di salah satu pusat industri fashion dunia. Salah satu cara yang dilakukan Dea adalah aktif mencari informasi melalui media sosial.

Ia menelusuri siapa saja hairstylist yang biasa menjadi key hairstylist dalam fashion show, termasuk agensi yang sedang mencari hairstylist. Referral dari sesama pekerja kreatif juga menjadi salah satu pintu penting baginya.

“Proses yang paling membantu adalah referral dari sesama pekerja kreatif. Jadi yang aku suka di sini adalah sense of community-nya ada banget,” ujarnya.

Informasi mengenai tim yang sedang mencari hairstylist bisa berpindah dari satu pekerja kreatif ke pekerja lainnya. Dari sana, Dea mengirimkan email dan memperkenalkan dirinya kepada berbagai pihak hingga akhirnya kesempatan pun mulai berdatangan.

4. Dari Hobi ke Panggung New York Fashion Week

Sekitar delapan bulan setelah menetap di New York, Dea mendapat kesempatan terlibat dalam NYFW untuk season Spring/Summer 2027. Bukan hanya satu show, Dea mengaku mendapat kesempatan ikut dalam 10 show.

Beberapa di antaranya adalah Collina Strada, Private Policy, Parsons Fashion School, Calph Gaea, Pamela Roland, Bless by Bless, SC Asenabor, Elena Velez, Shaw dan Chloe Likspink. Salah satu yang paling berkesan baginya adalah Collina Strada, yang menjadi salah satu show terakhir yang ia ikuti pada season tersebut.

Namun, Dea mengaku bekerja di balik panggung NYFW bukan perkara mudah. Ia harus terbiasa dengan ritme kerja yang sangat cepat.

Dalam waktu sekitar dua jam, rambut, makeup dan persiapan model harus sudah selesai. Di tengah proses tersebut, tim juga harus mengikuti dress rehearsal.

“Tantangan terbesar adalah mengerjakan rambut sesuai dengan moodboard dalam waktu 2 jam. Jadi kalau di sini sistemnya sangat fast-paced,” jelas Dea.

Bahkan, satu model bisa ditangani oleh dua hingga tiga hairstylist sekaligus agar seluruh pekerjaan selesai sesuai waktu. Menurut Dea, kemampuan bekerja sebagai bagian dari tim sama pentingnya dengan keterampilan menata rambut.

Meski baru beberapa tahun menjalani profesi sebagai hairstylist, Dea mengaku belum pernah sampai pada titik ingin menyerah atau kembali ke Indonesia.

Dea menyadari perjalanan di New York masih panjang. Karena itu, ia ingin terus memperluas pengalaman dan membangun namanya di industri fashion serta entertainment AS.

“So far, dari semua tantangan ini, aku belum pernah yang ngerasain pengin nyerah atau pengin mundur. Karena aku tahu kalau ini adalah tujuan hidup aku,” ujarnya.

“Next-nya aku ingin berkarier lebih lanjut di New York, aku ingin make my mark in New York, bekerja dengan brand-brand lainnya, dan menangani nama-nama yang lebih besar lainnya juga,” katanya.

(Djanti Virantika)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement