JAKARTA — Zat Etomidate saat ini tengah banyak disorot usai selebgram Julia Prastini alias Jule ditangkap oleh Satnarkoba Polresta Bandara Soekarno Hatta atas dugaan penyalahgunaan zat tersebut melalui cartridge vape.
Lalu seberapa bahaya dan mengapa zat tersebut rentan disalahgunakan? Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Adam Prabata, memaparkan bahaya serius di balik penggunaan obat anestesi tersebut yang kini kerap disalahgunakan untuk mengincar efek rileks hingga sensasi nge-fly.
“Etomidate adalah salah satu zat yang rawan disalahgunakan dan dapat dimasukkan ke cairan vape. Izin gue bahas singkat mengenai penyalahgunaan Etomidate di vape, yang merupakan salah satu penyalahgunaan obat terbanyak akhir-akhir ya," tulis dr. Adam, dikutip Minggu (20/9/2026).
Ia menerangkan bahwa Etomidate sejatinya merupakan medis beresep keras yang ditujukan khusus untuk prosedur medis berupa anestesi atau pembiusan.
"Etomidate adalah obat yang digunakan untuk keperluan anestesi atau pembiusan, yang diberikan melalui suntikan ke pembuluh darah. Etomidate bekerja dengan menghambat aktivitas sistem saraf pusat, sehingga berujung pada menurunnya aktivitas otak dan akhirnya menjadi tidak sadar," katanya.
Menurut dr. Adam, dorongan utama penyalahgunaan Etomidate terletak pada efek instan yang dihasilkannya terhadap sistem saraf.
"Etomidate disalahgunakan karena dapat membuat sensasi nge-fly, rileks, hingga tidak sadarkan diri dalam waktu yang singkat," papar dr. Adam.
Metode pengonsumsiannya pun kini bergeser dari jalur medis intravena menjadi campuran cairan vape untuk dihirup. Fenomena ini tercatat mendominasi kelompok usia muda.
"Saat ini, etomidate termasuk salah satu obat yang sering disalahgunakan, dengan cara dimasukkan ke vape untuk dihirup. 86,4% kasus penyalahgunaan etomidate dilakukan oleh orang berusia di bawah 35 tahun," ungkapnya.
Meski menawarkan efek rileks sesaat, dr. Adam menegaskan bahwa mengonsumsi Etomidate secara sembarangan tanpa pengawasan medis memiliki konsekuensi fatal bagi tubuh, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Untuk efek jangka pendek, pengguna berisiko mengalami kelemahan otot, penurunan kesadaran, sesak atau tidak bisa bernapas, gerakan otot abnormal, kejang, hingga gangguan fungsi jantung.
“Efek jangka panjang, gangguan pada hormon steroid, gangguan kemampuan kognitif, gangguan memori, psikosis dan halusinasi," tegas dr. Adam.
Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak tergiur mencoba-coba zat berbahaya ini demi sekadar mencari sensasi rileks.
"Etomidate adalah obat bius yang banyak disalahgunakan, salah satunya dengan memasukkan ke vape untuk dihirup, dengan tujuan mendapatkan sensasi rileks hingga nge-fly. Penyalahgunaan etomidate dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius dan mengancam nyawa, baik jangka pendek maupun jangka panjang," tuturnya.
(Agustina Wulandari )
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.