INFEKSI menular seksual (IMS) tidak boleh dianggap sepele. Jika tidak segera ditangani, infeksi tersebut dapat berkembang.
Bahkan, ada anggapan infeksi menular seksual dapat menimbulkan komplikasi yang berpotensi mengganggu kesuburan wanita. Lantas, apakah anggapan itu benar atau mitos semata?

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi RS Columbia Asia BSD, dr. Fadhilah Akhdasari, Sp.OG, dalam acara Morning Zone yang tayang di Youtube Okezone menjelaskan, IMS yang dibiarkan hingga menimbulkan komplikasi memang dapat menyebabkan seorang wanita mengalami kesulitan untuk hamil di kemudian hari.
Salah satu komplikasi yang perlu diwaspadai adalah terjadinya infeksi pada organ reproduksi wanita. Peradangan yang muncul akibat infeksi dapat memengaruhi kondisi rahim maupun saluran reproduksi.
Pada saluran telur atau tuba falopi, misalnya, peradangan dapat menyebabkan pembengkakan dan perubahan pada jaringan. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu fungsi saluran telur dan membuat proses terjadinya kehamilan menjadi lebih sulit.
Selain itu, infeksi juga dapat memicu penyakit radang panggul (PID). Peradangan pada area panggul dapat menyebabkan terbentuknya jaringan parut atau perlengketan pada organ reproduksi.
“Betul (infeksi menular seksual bisa memicu kemandulan wanita apabila dibiarkan). Memang benar,” ujar dr. Fadhilah.
“Infeksi menular seksual yang dibiarkan artinya pada waktu ke depannya bisa muncul komplikasi-komplikasi yang bisa membuat misalnya pada rahim, dia membuat infeksi dindingnya jadi kurang baik,” lanjutnya.
“Atau pada tuba, pada saluran telur, dia menjadi bengkak. Atau permukaan bongkosannya jadi tidak oke. Sehingga jadi sulit hamil,” jelas dr. Fadhilah.
“Atau jadi infeksi radang panggul yang bikin perleketan. Itu juga bisa saja jadi penyebab, jadi sulit hamil di kemudian hari. Memang benar,” sambungnya.
Risiko gangguan kesuburan terutama berkaitan dengan IMS yang tidak ditangani dan kemudian berkembang menjadi komplikasi. Artinya, diagnosis IMS tidak otomatis berarti seorang wanita akan mengalami kemandulan.
Semakin cepat infeksi diketahui dan mendapatkan penanganan yang sesuai, semakin besar peluang komplikasi dapat dicegah. Karena itu, pemeriksaan dan pengobatan menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan reproduksi.
Wanita yang mengalami gejala yang mengarah pada IMS, memiliki pasangan dengan IMS, atau merasa memiliki risiko paparan sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan yang tepat.