“Vasektomi itu bukan tentang siapa yang lebih banyak berkorban. Bukan tentang kehilangan kejantanan juga. Ini tentang tanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Krisjiana, keputusan tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap tubuh dan pilihan pasangan.
“Ini tentang menghargai tubuh dan keputusan pasangan. Tentang cinta yang gak cuma diucapkan, tapi juga dibuktikan,” katanya.
Ia pun menilai cinta kepada pasangan tidak cukup hanya disampaikan melalui kata-kata, tetapi juga perlu diwujudkan melalui tindakan. “Biar Aku yang Ambil Tanggung Jawab”
Lebih lanjut, Krisjiana mengatakan vasektomi merupakan caranya mengambil tanggung jawab dalam perencanaan keluarga.
“Karena kalau istri udah bilang, ‘Aku udah cukup,’ maka sebaliknya sebagai suami, mungkin sudah waktunya gua berkata, ‘Kalau gitu, biar aku yang ambil tanggung jawab selanjutnya,’” tuturnya.